HOME  ⁄  Geopolitik

Rusia dan Afrika Selatan Sepakat Menentang Politisasi Isu HAM sebagai Instrumen Tekanan Geopolitik

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rusia dan Afrika Selatan Sepakat Menentang Politisasi Isu HAM sebagai Instrumen Tekanan Geopolitik
Foto: (Sumber :Logo BRICS -- kelompok kemitraan strategis yang didirikan pada 2009 dengan anggota Brasil, Rusia, India, dan China, serta Afrika Selatan yang bergabung pada 2011. (ANTARA).)

Pantau - Rusia dan Afrika Selatan sepakat meningkatkan koordinasi di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta menentang penggunaan isu hak asasi manusia (HAM) sebagai instrumen tekanan geopolitik dan persaingan tidak sehat.

Direktur Departemen Kerja Sama Multilateral HAM Kementerian Luar Negeri Rusia Grigory Lukiyantsev membahas langkah tersebut saat bertemu Wakil Direktur Jenderal Tata Kelola Global dan Agenda Kontinental Afrika Selatan Xolisa Mabhongo di Pretoria, Rabu (2/9/2026).

"Perhatian khusus diberikan pada koordinasi langkah-langkah di forum internasional, terutama di PBB," tulis Lukiyantsev di Telegram.

Rusia dan Afrika Selatan Soroti Standar Ganda HAM

Lukiyantsev mengatakan kedua negara membahas penggunaan isu HAM dalam hubungan internasional serta perlunya menjaga ketidakberpihakan lembaga internasional.

"Kami membahas secara mendalam upaya melawan politisasi isu HAM dan penggunaannya sebagai instrumen tekanan geopolitik serta persaingan tidak sehat. Kami sepakat mengenai perlunya menjaga ketidakberpihakan lembaga-lembaga internasional, mematuhi Piagam PBB secara ketat, serta menghapus standar ganda dalam menilai situasi HAM di dunia," kata Lukiyantsev.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan kedua pihak juga memberikan perhatian terhadap upaya bersama memerangi rasisme dan diskriminasi rasial.

Kerja sama tersebut mencakup dukungan terhadap berbagai inisiatif terkait di PBB serta persiapan peringatan 25 tahun Konferensi Dunia Menentang Rasisme yang digelar di Durban, Afrika Selatan.

Kedua Negara Lanjutkan Kerja Sama di Forum Internasional

Rusia dan Afrika Selatan sepakat melanjutkan kerja sama dalam memperingati sejumlah momentum penting pada 2026, termasuk Perjanjian Internasional tentang HAM dan Deklarasi PBB tentang Hak atas Pembangunan.

Lukiyantsev menyatakan konsultasi tersebut menunjukkan tingginya tingkat kesepahaman antara Rusia dan Afrika Selatan.

Pertemuan tersebut juga dinilai membuka peluang untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara di tingkat internasional.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026