HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Menunggu Izin Afrika Selatan, Pembangunan Rumah Budaya Syaikh Yusuf Berpotensi Mundur

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Menunggu Izin Afrika Selatan, Pembangunan Rumah Budaya Syaikh Yusuf Berpotensi Mundur
Foto: Arsip Foto - Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon berziarah ke Makam Syaikh Yusuf Al-Makassari di Macassar, Cape Town, Afrika Selatan, pada Jumat 31/10/2025 (sumber: Kementerian Kebudayaan)

Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan pembangunan Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf Al-Makassari di Cape Town, Afrika Selatan, masih menunggu izin dari Pemerintah Afrika Selatan dan berpotensi baru direalisasikan tahun depan.

Proses perizinan menghadapi kendala karena lokasi yang direncanakan untuk pembangunan rumah budaya tersebut berada di zona pertanian.

Status kawasan itu membuat Pemerintah Indonesia harus memperoleh izin dari otoritas Afrika Selatan sebelum pembangunan dapat dilaksanakan.

Fadli menyebut kelanjutan proses perizinan saat ini berada di pihak Pemerintah Afrika Selatan dan persoalan tersebut telah dibicarakan dengan Menteri Kebudayaan Afrika Selatan.

"Jadi kita harus menunggu izin. Jadi sekarang bolanya itu ada di Afrika Selatan. Saya sudah bicara dengan Menteri Kebudayaan Afrika Selatan," ungkap Fadli.

Pernyataan tersebut disampaikan Fadli dalam rapat kerja pemerintah bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu, yang juga disiarkan melalui kanal YouTube TV Parlemen.

Pembangunan Berpotensi Mundur hingga Tahun Depan

Belum selesainya proses perizinan membuat pembangunan Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf Al-Makassari berpotensi mengalami penundaan.

Fadli memperkirakan pembangunan kemungkinan baru dapat direalisasikan pada tahun depan.

Pemerintah Indonesia sebenarnya telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan fasilitas kebudayaan tersebut.

Selain anggaran pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sebelumnya telah menyiapkan material berupa kayu untuk pembangunan rumah budaya.

Namun, kayu yang telah dipersiapkan itu kini tidak memungkinkan lagi digunakan karena mengalami kerusakan.

"Kayu-kayu itu sudah dicek dari tahun lalu, sudah tidak bisa digunakan, sudah hancur," kata Fadli.

Fadli menegaskan tidak ada lagi kayu yang masih dapat dimanfaatkan untuk pembangunan tersebut.

"Tidak ada yang bisa dipakai lagi. Kayu-kayunya itu sudah kami cek," ujarnya.

Rumah Budaya Jadi Pusat Pertukaran Budaya dan Riset Sejarah

Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf Al-Makassari direncanakan berdiri di atas lahan seluas 2.000 meter persegi di dekat kompleks Makam Syaikh Yusuf Al-Makassari di Macassar, Cape Town, Afrika Selatan.

Fasilitas tersebut dirancang menjadi pusat berbagai kegiatan kebudayaan sekaligus sarana untuk menumbuhkan nilai spiritualitas dan toleransi.

Rumah budaya itu juga diharapkan mendorong pertukaran budaya antara Indonesia dan Afrika Selatan serta mendukung kegiatan riset sejarah, termasuk penelitian mengenai warisan Syaikh Yusuf Al-Makassari.

Fadli menyampaikan fasilitas tersebut nantinya dapat digunakan sebagai tempat kegiatan komunitas Cape Malay yang mencakup orang-orang dari Indonesia di Afrika Selatan.

Keberadaan rumah budaya itu diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas kebudayaan, tetapi juga menjadi ruang kegiatan masyarakat dan penguatan hubungan antarkomunitas.

Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Afrika Selatan sebelumnya telah mencapai kesepakatan untuk bekerja sama melestarikan warisan Syaikh Yusuf Al-Makassari sekaligus meningkatkan hubungan antar-masyarakat kedua negara.

Realisasi pembangunan Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf Al-Makassari kini bergantung pada penyelesaian proses perizinan dari Pemerintah Afrika Selatan.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026