
Pantau - Mesir dan China berupaya memperkuat hubungan bilateral sebagai model pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia di bawah arahan strategis Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi dan Presiden China Xi Jinping.
Asisten Perdana Menteri Mesir sekaligus Ketua Pusat Dukungan Informasi dan Pengambilan Keputusan (IDSC) Osama El-Gohary mengatakan kunjungan kenegaraan Xi ke Mesir yang berakhir pada Rabu (2/9/2026) memiliki arti penting yang melampaui hubungan bilateral kedua negara.
"Diplomasi kepala negara memberikan visi strategis dan arahan politik bagi perkembangan hubungan Mesir-China," kata El-Gohary dalam wawancara tertulis dengan Xinhua.
El-Gohary menilai komunikasi erat antara El-Sisi dan Xi menjadi salah satu faktor yang mendorong perkembangan hubungan Mesir-China dalam beberapa tahun terakhir.
Hubungan Diplomatik Berjalan 70 Tahun
Mesir dan China telah menjalin hubungan diplomatik selama 70 tahun dengan mengedepankan sikap saling menghormati, kesetaraan, penghormatan terhadap jalur pembangunan masing-masing, serta kerja sama yang saling menguntungkan.
"Kepercayaan politik yang terbangun selama 70 tahun tidak hanya memberikan landasan yang kuat untuk membangun masa depan yang lebih baik, tetapi juga meletakkan dasar yang kokoh bagi kemitraan dinamis yang mampu menghadapi berbagai tantangan," kata El-Gohary.
Menurut dia, kerja sama Mesir-China menunjukkan kemampuan adaptasi dan kreativitas dengan cakupan hubungan yang terus berkembang.
Kedua negara juga tetap berkomitmen mempertahankan hubungan bilateral di tengah konflik geopolitik dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
"Dengan tekad strategis yang berharga ini, kedua pihak telah memperkuat konsultasi dan koordinasi, serta terus memperluas cakupan kerja sama, yang memiliki arti khusus di era yang penuh ketidakpastian," kata El-Gohary.
Ia menyebut arahan strategis kedua kepala negara membantu mengubah konsensus politik menjadi berbagai proyek bersama yang lebih praktis sekaligus memperluas bidang kerja sama.
Mesir Menjadi Jembatan China ke Dunia Arab dan Afrika
Mesir tercatat sebagai negara Arab dan Afrika pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat China.
Kedua negara terus berkoordinasi mengenai berbagai isu internasional dan regional serta berperan dalam kerja sama Arab-China, Afrika-China, dan kerja sama Selatan-Selatan.
El-Gohary memandang Mesir berpotensi menjadi jembatan yang menghubungkan China dengan dunia Arab dan Afrika, sementara China menjadi mitra penting dalam pembangunan dan modernisasi Mesir.
"Memperdalam kemitraan antara kedua negara dapat menghasilkan dampak positif di luar kerangka kerja bilateral serta berkontribusi pada pembangunan, stabilitas, dan kerja sama regional," ujar El-Gohary.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf




