
Pantau - Pemilih independen di Amerika Serikat (AS) semakin condong ke Partai Demokrat menjelang pemilu paruh waktu November 2026, dengan survei Gallup mencatat 49 persen responden independen cenderung memilih Demokrat dibandingkan 39 persen yang mengarah ke Partai Republik.
Keunggulan Demokrat di kalangan pemilih independen tersebut meningkat empat poin persentase dibandingkan kuartal pertama 2025, ketika Presiden Donald Trump kembali ke Gedung Putih untuk menjalani masa jabatan keduanya.
Secara nasional, sebanyak 31 persen pemilih kini mengidentifikasi diri sebagai Demokrat, naik dari 28 persen ketika Trump mulai menjabat, sementara mayoritas pemilih tetap tidak mengidentifikasi diri sebagai Demokrat maupun Republik.
Demokrat Unggul di Kalangan Pemilih Independen
Data tersebut disebut memberikan Demokrat keunggulan terbesar atas Partai Republik sejak 2008.
Pada saat yang sama, jumlah pemilih independen yang condong ke Partai Republik tercatat turun sembilan poin sejak kuartal keempat 2022.
Perubahan tersebut berpotensi menjadi tantangan bagi kandidat Republik dalam menarik dukungan pemilih moderat menjelang pemilu paruh waktu.
Tingkat kepuasan terhadap kinerja Trump juga dilaporkan terus menurun selama masa jabatan keduanya.
Pemilih disebut semakin menyoroti ketegangan di Timur Tengah dan kenaikan biaya akibat gangguan pelayaran melalui Selat Hormuz sebagai alasan berkurangnya dukungan terhadap Trump.
Inflasi AS juga masih berada di atas target 2 persen bank sentral sejak konflik di Iran dimulai pada Februari.
Republik Siapkan Strategi Hadapi Pemilu
Di sisi lain, Partai Republik berharap kemunculan sejumlah tokoh sosialis di Partai Demokrat, termasuk Wali Kota New York Zohran Mamdani dan kandidat Demokrat untuk Senat AS dari Michigan Abdul el Sayed, dapat membantu strategi mereka dalam persaingan di sejumlah wilayah.
Komite Nasional Partai Republik menggelar konvensi bergaya kampanye di Texas untuk mempromosikan narasi yang mereka sebut sebagai pertentangan antara "akal sehat versus kegilaan."
Survei Gallup menggunakan sampel acak gabungan terhadap lebih dari 3.000 orang dewasa di AS dengan margin kesalahan dua poin persentase.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




