
Pantau - Delapan negara, termasuk Indonesia, menyambut baik keputusan Inggris melarang impor barang dari permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki serta memberlakukan pembatasan terhadap layanan yang berkaitan dengan permukiman tersebut.
Delapan negara itu terdiri atas Turkiye, Mesir, Indonesia, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Para menteri luar negeri kedelapan negara menyampaikan sikap tersebut melalui pernyataan bersama pada Rabu (9/9/2026).
Mereka berharap kebijakan Inggris dapat mendorong masyarakat internasional mengambil tindakan serupa sesuai hukum internasional serta meminta pertanggungjawaban organisasi dan individu yang terlibat dalam kegiatan permukiman ilegal.
Delapan Negara Serukan Israel Hentikan Aktivitas Permukiman
Para menteri luar negeri kembali menyerukan agar Israel mencabut seluruh langkah terkait kegiatan permukiman dan tindakan lain yang bertujuan mengubah karakteristik geografis serta demografis wilayah Palestina yang diduduki.
Mereka juga menekankan solusi dua negara sebagai jalan yang dinilai dapat menghasilkan perdamaian adil, abadi, dan komprehensif.
"Para menteri menekankan bahwa satu-satunya jalan yang layak untuk mencapai perdamaian yang adil, abadi, dan komprehensif adalah penerapan solusi dua negara," demikian pernyataan bersama tersebut.
Keputusan Inggris mencakup larangan impor barang dari permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki serta pembatasan terhadap layanan terkait permukiman tersebut.
Israel Ambil Langkah Balasan terhadap Inggris
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar pada Selasa (8/9/2026) mengumumkan serangkaian langkah balasan terhadap Inggris menyusul kebijakan London tersebut.
Israel memutuskan menutup Konsulat Jenderal Inggris di Yerusalem Timur sebagai bagian dari langkah balasan itu.
Israel juga mengeluarkan personel Inggris dari pusat koordinasi Gaza yang dipimpin Amerika Serikat.
Langkah tersebut diambil sebagai tanggapan atas keputusan Inggris melarang impor barang yang berasal dari permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan




