HOME  ⁄  Geopolitik

Nepal Butuh Rp83,6 Triliun untuk Pulihkan Infrastruktur dan Layanan Dasar Pascabencana

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Nepal Butuh Rp83,6 Triliun untuk Pulihkan Infrastruktur dan Layanan Dasar Pascabencana
Foto: (Sumber :Seorang pria mengamati puing-puing bangunan yang runtuh di tepi Sungai Trishuli, Devighat, Nuwakot, Nepal, Senin (31/8/2026). (ANTARA/Anadolu/Daniel Ceng).)

Pantau - Otoritas Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal memperkirakan dana sebesar 4,77 miliar dolar AS atau sekitar Rp83,6 triliun diperlukan untuk pemulihan awal setelah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda negara tersebut.

Kebutuhan dana itu mencakup pemulihan infrastruktur yang rusak serta penyediaan berbagai layanan dasar bagi masyarakat terdampak bencana.

Dana Dibutuhkan untuk Infrastruktur dan Layanan Dasar

Kepala Otoritas Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal Dharma Raj Uprety mengatakan anggaran tersebut akan digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam tahap awal pemulihan.

"Ini angka yang diperlukan untuk pemulihan awal terhadap infrastruktur yang rusak serta penyediaan layanan dasar, seperti hunian sementara, makanan, layanan kesehatan, dan pendidikan," kata Dharma Raj Uprety kepada Kyodo News.

Uprety mengatakan perkiraan total kerugian akibat banjir dahsyat tersebut hingga kini masih dalam tahap penghitungan.

Pemerintah Nepal juga tengah membahas kebutuhan pemulihan dengan sejumlah mitra pembangunan, termasuk Jepang, China, India, Qatar, dan Inggris.

Pembahasan turut melibatkan organisasi internasional seperti Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia.

Banjir Tewaskan Lebih dari 1.300 Orang

Banjir bandang yang melanda Nepal pada 26 Agustus 2026 telah menewaskan lebih dari 1.300 orang.

Lebih dari 5.100 orang juga masih dinyatakan hilang setelah bencana tersebut, termasuk lima warga negara Jepang.

Besarnya jumlah korban serta kerusakan infrastruktur membuat Nepal membutuhkan dukungan pendanaan untuk menyediakan hunian sementara, makanan, layanan kesehatan, pendidikan, dan memulihkan fasilitas yang terdampak.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti
FLOII 2026