
Pantau - Presiden Argentina Javier Milei membatalkan rencana kunjungannya ke Inggris pada Oktober 2026 di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara terkait sengketa Kepulauan Falkland atau Malvinas.
Berdasarkan laporan media Argentina TN pada Kamis, Milei sebelumnya dijadwalkan berkunjung ke Inggris pada 23–24 Oktober 2026.
Dalam agenda lawatan tersebut, Milei direncanakan menyampaikan pidato di Universitas Oxford dan bertemu dengan sejumlah pemimpin bisnis Inggris.
Pembatalan kunjungan itu terjadi ketika polemik mengenai kedaulatan Kepulauan Falkland kembali memanas antara Argentina dan Inggris.
Argentina Dorong Penyelesaian Sengketa secara Damai
Sebelum rencana kunjungannya dibatalkan, Milei telah menyampaikan keinginan untuk mengunjungi Inggris sekaligus menegaskan perlunya penyelesaian sengketa Falkland atau Malvinas.
Milei menginginkan persoalan kepulauan yang disengketakan tersebut diselesaikan melalui jalur diplomatik dan cara-cara damai.
Di tengah perselisihan itu, Milei juga menekankan pentingnya Argentina dan Inggris terus memperkuat hubungan perdagangan.
Ketegangan kembali meningkat setelah pemerintah Argentina pada pekan sebelumnya memulai prosedur untuk menjatuhkan sanksi terhadap 60 individu dan entitas yang disebut terkait kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi di wilayah sengketa.
Pemerintah Argentina juga memulai langkah pemidanaan terhadap sejumlah perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menegaskan pemerintahannya akan membela kedaulatan Inggris atas Kepulauan Falkland dengan sekuat tenaga.
Sengketa Falkland Berlangsung Puluhan Tahun
Perselisihan mengenai status dan kedaulatan Kepulauan Falkland antara Argentina dan Inggris telah berlangsung selama puluhan tahun dan pernah berkembang menjadi perang terbuka pada 1982.
Perang Falkland berlangsung selama beberapa pekan dan berakhir dengan kekalahan Argentina.
Persoalan status wilayah tersebut kembali menjadi perhatian pada Maret 2013 ketika masyarakat Kepulauan Falkland mengikuti referendum mengenai masa depan wilayah mereka.
Berdasarkan hasil referendum, sebanyak 99,8 persen pemilih menyatakan keinginan agar Kepulauan Falkland tetap berstatus sebagai wilayah seberang laut Inggris.
Pemerintah Argentina tidak mengakui hasil referendum tersebut dan tetap menyebut kepulauan itu sebagai Malvinas.
Perbedaan pandangan mengenai kedaulatan Falkland atau Malvinas hingga kini menjadi salah satu persoalan utama dalam hubungan Argentina dan Inggris, dengan polemik terbaru berujung pada pembatalan rencana lawatan Milei ke Inggris.
- Penulis :
- Arian Mesa




