HOME  ⁄  Geopolitik

Pemimpin BRICS Tegaskan Kedaulatan Suriah dan Serukan Penarikan Pasukan Pendudukan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemimpin BRICS Tegaskan Kedaulatan Suriah dan Serukan Penarikan Pasukan Pendudukan
Foto: Presiden Prabowo Subianto (tiga kiri) mengikuti kegiatan penanaman pohon bersama atau joint tree plantation bersama para pemimpin negara anggota dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di area Nataraj Statue, Bharat Mandapam, Republik India, Sabtu (12/9/2026).

Pantau - Para pemimpin negara BRICS menegaskan komitmen terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan integritas wilayah Suriah dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan pada Konferensi Tingkat Tinggi BRICS ke-18 di New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).

Pernyataan tersebut juga mendesak Suriah mengambil langkah konkret untuk menghadapi terorisme dan ekstremisme serta menjawab kekhawatiran masyarakat internasional.

"Kami mendesak Suriah untuk secara tegas menentang segala bentuk terorisme dan ekstremisme serta mengambil langkah-langkah konkret guna menanggapi kekhawatiran masyarakat internasional terkait terorisme. Kami kembali menegaskan perlunya penarikan pasukan pendudukan dari Suriah," ungkap para pemimpin BRICS dalam pernyataan bersama tersebut.

Para pemimpin BRICS juga mengecam pelanggaran berkelanjutan Israel terhadap gencatan senjata serta kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.

Mereka menyerukan Israel menghormati ketentuan yang telah disepakati dengan Pemerintah Lebanon dan menarik pasukannya dari seluruh wilayah Lebanon yang masih diduduki.

Sikap tersebut menjadi bagian dari pembahasan para pemimpin BRICS mengenai sejumlah konflik dan persoalan keamanan internasional dalam pertemuan di New Delhi.

Para pemimpin BRICS turut menyampaikan keprihatinan terhadap memburuknya situasi di Sudan, termasuk krisis kemanusiaan dan risiko meluasnya ekstremisme serta terorisme.

"Kami menyatakan keprihatinan serius atas memburuknya situasi di Sudan, termasuk krisis kemanusiaan yang semakin parah dan meningkatnya risiko penyebaran ekstremisme serta terorisme," kata pernyataan itu.

BRICS kemudian menyerukan gencatan senjata segera dan permanen serta penyelesaian konflik di Sudan secara damai melalui dialog.

BRICS merupakan organisasi antarpemerintah yang didirikan pada 2006 oleh Brasil, Rusia, India, dan China sebelum Afrika Selatan bergabung pada 2011 serta sejumlah negara lain menyusul sejak 2024.

India memegang kepemimpinan bergilir BRICS pada 2026 dan menjadi tuan rumah KTT BRICS ke-18 yang berlangsung pada 12-13 September di New Delhi.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026