HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Dorong Penyatuan Irlandia dan Irlandia Utara, London Tegaskan Syarat Referendum Belum Terpenuhi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Trump Dorong Penyatuan Irlandia dan Irlandia Utara, London Tegaskan Syarat Referendum Belum Terpenuhi
Foto: (Sumber :Arsip foto - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan penyatuan Irlandia dan Irlandia Utara merupakan langkah yang dinilainya alami, sementara Pemerintah Inggris menegaskan persyaratan untuk menggelar referendum mengenai perubahan status Irlandia Utara belum terpenuhi.

Trump menyampaikan pandangan tersebut kepada wartawan saat berkunjung ke Irlandia pada Minggu (13/9/2026).

“Saya selalu mencintai rakyat Irlandia dan menurut saya Anda memiliki Irlandia Utara dan Anda memiliki Irlandia, dan menurut saya salah satu hal yang paling alami sepanjang masa adalah menyatukan keduanya,” kata Trump.

Trump juga mengeklaim banyak orang memiliki pandangan yang sama mengenai penyatuan kedua wilayah tersebut.

London Tegaskan Ketentuan Good Friday Agreement

Pernyataan Trump muncul setelah London menolak pandangannya mengenai penyatuan Irlandia yang sebelumnya disampaikan dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin di Dublin.

Trump sebelumnya mengatakan ia “akan senang” melihat Irlandia bersatu dan menyatakan penyatuan “sebaiknya terjadi sekarang”.

Ketika ditanya mengenai sikap Perdana Menteri Inggris Andy Burnham bahwa pemungutan suara konstitusional tidak akan dilakukan tanpa dukungan mayoritas masyarakat Irlandia Utara, Trump mengatakan, “Semua orang mengatakan begitu, lalu berbagai hal terjadi.”

Kantor Perdana Menteri Inggris menegaskan persyaratan yang ditetapkan dalam Good Friday Agreement 1998 untuk menggelar referendum belum terpenuhi.

Perjanjian tersebut mengatur referendum dapat dilaksanakan apabila terdapat dukungan mayoritas yang jelas di Irlandia Utara untuk meninggalkan Inggris.

Perdebatan mengenai perubahan konstitusional itu muncul menjelang pertemuan Perdana Menteri Irlandia Utara Michelle O’Neill, Perdana Menteri Skotlandia John Swinney, dan Perdana Menteri Wales Rhun ap Iorwerth di Cardiff pada Senin (14/9/2026).

Pertemuan tersebut dilaporkan akan membahas perubahan konstitusional serta penguatan kerja sama di luar kendali London.

Trump Desak Inggris Manfaatkan Laut Utara

Selain membicarakan penyatuan Irlandia, Trump menyoroti kebijakan energi Inggris dengan mendorong pemanfaatan cadangan bahan bakar fosil di lepas pantai Skotlandia.

Trump berpendapat Inggris seharusnya menghentikan proyek energi terbarukan dan membuka kawasan Laut Utara untuk kegiatan eksploitasi energi.

“Jika mereka membuka kawasan Laut Utara, Inggris akan menjadi negara kaya. Jika mereka tidak membuka kawasan Laut Utara, Inggris akan bangkrut,” kata Trump.

Ia mengeklaim sejumlah perusahaan minyak internasional terus mendesaknya mendukung pengeboran di Laut Utara serta mengkritik impor energi Inggris dari Norwegia dan Denmark.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026