
Pantau - Menteri Luar Negeri China Wang Yi meminta Prancis menahan diri dari segala bentuk kontak resmi dengan Taiwan dan tidak mengirimkan sinyal yang dinilai keliru kepada kelompok pendukung kemerdekaan Taiwan.
“Prinsip ‘Satu China’ merupakan landasan politik kemitraan strategis komprehensif antara China dan Prancis,” kata Wang seperti dikutip China Central Television, Senin (14/9/2026).
Wang meminta Paris menunjukkan kepatuhan terhadap prinsip Satu China melalui tindakan konkret dalam hubungannya dengan Taiwan.
Ia berharap “Prancis, melalui tindakan konkret, secara ketat mematuhi prinsip ‘Satu China’, menahan diri dari segala bentuk kontak resmi dengan Taiwan, dan tidak mengirimkan sinyal yang keliru kepada kekuatan-kekuatan yang mendukung kemerdekaan Taiwan,” tambah laporan tersebut.
Beijing Menentang Kontak Resmi dengan Taiwan
Beijing menentang segala bentuk hubungan resmi antara negara asing dan Taipei serta memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayah China.
China juga menyatakan kedaulatannya atas Taiwan tidak dapat diperdebatkan dan menjadikan prinsip Satu China sebagai dasar hubungan diplomatiknya dengan negara lain.
Peringatan Wang kepada Prancis disampaikan dalam konteks hubungan kemitraan strategis komprehensif antara Beijing dan Paris.
Taiwan Diperintah Terpisah sejak 1949
Taiwan telah diperintah secara terpisah dari China daratan sejak 1949 dan memiliki pemerintahan sendiri yang dibentuk melalui pemilihan umum.
Taiwan menyatakan dirinya memiliki pemerintahan otonom meskipun belum secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan.
Beijing tetap memandang pulau tersebut sebagai bagian dari wilayah China dan menolak langkah yang dinilai mendukung kemerdekaan Taiwan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




