
Pantau - Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25 poin persentase menjadi kisaran 3,75 hingga 4 persen pada Rabu (16/9/2026), menandai kenaikan pertama sejak Juli 2023.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menyetujui keputusan tersebut secara bulat di tengah inflasi yang masih berada di atas target bank sentral.
The Fed sebelumnya mempertahankan kisaran target suku bunga pada level 3,50 hingga 3,75 persen sejak Desember.
Mayoritas Pejabat Proyeksikan Kenaikan Lagi
Sebanyak 12 dari 18 pejabat FOMC yang menyerahkan proyeksi terbaru mengindikasikan kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin lagi pada tahun ini.
Empat pejabat memproyeksikan dua kenaikan tambahan, sedangkan dua lainnya memperkirakan suku bunga akan tetap pada level yang baru ditetapkan.
Proyeksi tersebut menunjukkan perubahan arah kebijakan The Fed setelah sebelumnya berada dalam jalur penurunan suku bunga hingga akhir tahun lalu.
"Aktivitas ekonomi tumbuh dengan kecepatan solid. Meskipun ketidakpastian masih tinggi, yang sebagian disebabkan oleh perkembangan geopolitik, pengeluaran domestik tetap tangguh. Inflasi masih tinggi. Kebijakan hari ini akan mendukung kembalinya inflasi secara lebih tepat waktu menuju target 2 persen," kata FOMC dalam pernyataan bersama.
FOMC masih memiliki dua pertemuan pada tahun ini yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober dan Desember.
The Fed Fokus Kendalikan Inflasi
Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan bank sentral kini memusatkan perhatian pada stabilitas harga sebagai bagian dari mandatnya.
"Fakta sederhananya adalah inflasi terlalu tinggi dan sudah berlangsung terlalu lama. Data inflasi musim panas ini tidak menunjukkan kepada saya bahwa tren yang mendasarinya telah membaik secara signifikan. Stabilitas harga merupakan fondasi pertumbuhan ekonomi dan saya pikir kami mengambil langkah penting hari ini untuk mewujudkannya," kata Warsh.
Kenaikan harga energi dan sejumlah barang konsumsi di tengah konflik AS-Iran menjadi bagian dari tekanan inflasi yang dihadapi Amerika Serikat.
Kenaikan suku bunga juga dapat meningkatkan biaya pinjaman bagi konsumen, termasuk untuk hipotek, kredit kendaraan, dan kartu kredit.
Pertemuan tersebut merupakan pertemuan ketiga yang dipimpin Warsh sejak menggantikan Jerome Powell pada Mei 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




