HOME  ⁄  Geopolitik

Korea Selatan Tegaskan Tak Bisa Perlambat Pengembangan AI di Tengah Persaingan Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Korea Selatan Tegaskan Tak Bisa Perlambat Pengembangan AI di Tengah Persaingan Global
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Masyarakat dan kecerdasan buatan (AI) di Korea Selatan. (ANTARA/Anadolu).)

Pantau - Korea Selatan menegaskan tidak dapat membiarkan laju pengembangan kecerdasan buatan (AI) melambat ketika negara tersebut berupaya mengejar pemimpin global di bidang teknologi sekaligus menciptakan pasar baru.

Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi Korea Selatan Bae Kyung-hoon menyampaikan sikap tersebut melalui unggahan di media sosial yang dikutip Yonhap News, Rabu (15/9/2026).

"Menyesuaikan laju perkembangan, bagi negara yang sudah maju, adalah hal yang sama sekali berbeda dibandingkan dengan negara yang sedang mengejar ketertinggalan sekaligus harus menciptakan pasar baru. Kami tidak bisa membiarkan laju pengembangan AI melambat," kata Bae.

Korea Selatan Soroti Keamanan dan Kepercayaan Publik

Bae memperingatkan kesenjangan antara negara yang memiliki model AI mutakhir mendekati kecerdasan manusia dan negara yang tidak memilikinya dapat meluas hingga memengaruhi daya saing industri, keamanan nasional, dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Namun, Bae mengingatkan pengembangan AI tidak seharusnya dipercepat tanpa syarat.

Menurut dia, keamanan AI dan kepercayaan masyarakat harus berjalan seiring dengan kemajuan teknologi.

Pernyataan tersebut muncul di tengah perdebatan global mengenai kecepatan pengembangan teknologi AI dan kebutuhan penerapan langkah-langkah keselamatan.

Perdebatan Pengembangan AI Menguat

CEO Anthropic Dario Amodei, CEO OpenAI Sam Altman, dan Elon Musk dari SpaceXAI menyerukan perlambatan pengembangan AI agar langkah keselamatan dapat mengikuti kemajuan teknologi.

Seruan tersebut juga disertai usulan agar pengawasan terhadap perkembangan AI dilakukan secara lebih independen.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak seruan tersebut dengan menyebut kekhawatiran bahwa AI dapat mengancam umat manusia sebagai "hoaks".

Trump menyatakan perlambatan pengembangan AI di Amerika Serikat dapat memberikan keuntungan kepada China.

China juga menolak pandangan tersebut dengan mengatakan bahwa "menebar ketakutan, konfrontasi, dan persaingan yang merusak" akan menghambat tata kelola AI global.

China menyerukan agar pengembangan teknologi dilakukan secara terbuka dan inklusif.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026