
Pantau - Indonesia dan Kanada menjajaki perluasan investasi di sektor mineral kritis, pupuk, minyak dan gas, hingga pengembangan energi nuklir dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Toronto, Kanada, Rabu (16/9/2026).
Pertemuan berlangsung di sela penyelenggaraan Canada Investment Summit pertama dan menjadi tindak lanjut komunikasi Presiden Prabowo Subianto dengan Carney pada Juni lalu.
"Kami mengapresiasi penyelenggaraan Canada Investment Summit yang pertama ini sebagai bentuk komitmen kuat Pemerintah Kanada dalam menggalang investasi global. Indonesia siap menjadi mitra strategis Kanada dan terbuka untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor unggulan kedua negara," ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Mineral Kritis dan Energi Jadi Fokus Pembahasan
Salah satu potensi investasi yang dibahas adalah potash dari Kanada untuk mendukung kebutuhan pupuk nasional.
Kedua pihak turut mendiskusikan peluang kemitraan di sektor minyak dan gas serta tindak lanjut kerja sama mineral kritis melalui kerangka Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).
Menurut Airlangga, Indonesia dan Kanada memiliki kepentingan bersama dalam membangun rantai pasok mineral kritis yang aman dan berkelanjutan karena kedua negara merupakan produsen mineral kritis.
Di sektor energi, Airlangga menyampaikan harapan agar kolaborasi energi nuklir, termasuk pengembangan ekosistem Small Modular Reactor (SMR), dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi ketahanan energi jangka panjang.
ICA-CEPA Diharapkan Berlaku Akhir Tahun
Airlangga mengapresiasi penyelesaian proses ratifikasi ICA-CEPA di Indonesia dan Kanada serta berharap perjanjian tersebut dapat berlaku efektif pada akhir 2026.
Setelah berlaku efektif, ICA-CEPA diharapkan dapat dimanfaatkan pelaku usaha kedua negara untuk mendorong kerja sama di bidang ketahanan pangan, energi, dan mineral kritis.
Airlangga dan Carney juga membahas posisi Indonesia sebagai perekonomian terbesar di ASEAN dalam konteks keterlibatan Kanada di kawasan Indo-Pasifik.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan Indonesia-Kanada menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027.
Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab akan menindaklanjuti hasil pembahasan melalui koordinasi dengan otoritas Kanada di Ottawa untuk menerjemahkan berbagai komitmen kerja sama menjadi langkah konkret.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




