HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat ke 6.455 setelah Kenaikan Suku Bunga The Fed Dinilai Sudah Priced In

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IHSG Menguat ke 6.455 setelah Kenaikan Suku Bunga The Fed Dinilai Sudah Priced In
Foto: (Sumber :Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/sgd.)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada perdagangan Kamis (17/9/2026) seiring kenaikan suku bunga acuan The Fed yang dinilai sudah priced in oleh pelaku pasar.

IHSG dibuka menguat 18,18 poin atau 0,28 persen ke posisi 6.455,03.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga naik 2,97 poin atau 0,46 persen menjadi 649,93.

Pasar Cermati Kebijakan The Fed

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan pergerakan IHSG masih menghadapi sejumlah level teknikal yang perlu dicermati investor.

"Apabila IHSG gagal bertahan di atas 6.430-6.377, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju 6.290. Sebaliknya, apabila terjadi rebound, IHSG perlu kembali menembus 6.451–6.516, dilanjutkan 6.537–6.552 sebagai resistance terdekat sebelum menguji area 6.723,” ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4,00 persen dari sebelumnya 3,50-3,75 persen.

Proyeksi ekonomi terbaru menunjukkan median suku bunga The Fed berada di sekitar 4,1 persen pada akhir 2026, sedangkan sedikitnya 12 anggota FOMC memperkirakan masih terdapat satu kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan inflasi masih menjadi perhatian utama dengan kebijakan bank sentral tetap mempertimbangkan perkembangan data.

“Sentimen pasar cenderung negatif karena investor mulai memperhitungkan kemungkinan berlanjutnya pengetatan moneter AS,” ujar Liza.

Harga Minyak Turun, Bursa Global Bergerak Variatif

Risiko geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian pasar, terutama terkait potensi gangguan terhadap pasokan dan jalur distribusi minyak.

"Namun, kekhawatiran pasokan mulai mereda setelah Arab Saudi dilaporkan menawarkan tambahan volume minyak kepada kilang Asia dan berupaya memulihkan kapasitas pipelinenya secara bertahap," ujar Liza.

Harga minyak Brent turun 3,02 persen menjadi sekitar 105,46 dolar AS per barel, sedangkan WTI melemah 3,71 persen menjadi sekitar 102 dolar AS per barel.

Dari dalam negeri, Fitch mempertahankan peringkat Indonesia Investment Authority (INA) pada BBB dengan negative outlook dan AAA (idn) dengan stable outlook untuk skala nasional.

Indonesia dan China juga memperkuat kerja sama investasi melalui Two Countries Twin Parks (TCTP) dengan komitmen baru sekitar 19,4 miliar renminbi atau Rp51 triliun sehingga total komitmennya mencapai sekitar Rp88,1 triliun.

Bursa Eropa ditutup menguat pada Rabu (16/9/2026), sementara Wall Street bergerak melemah dengan S&P 500 turun 0,45 persen, Nasdaq Composite melemah 0,01 persen, dan Dow Jones Industrial Average turun 1,21 persen.

Bursa Asia bergerak bervariasi pada Kamis pagi dengan Nikkei dan Kospi menguat masing-masing 0,12 persen dan 0,07 persen, sementara Shanghai serta Hang Seng melemah masing-masing 0,40 persen dan 1,21 persen.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026