
Pantau - Sejumlah rempah seperti cengkeh, kunyit, oregano, dan jahe memiliki kandungan antioksidan yang dapat membantu tubuh melawan stres oksidatif dan peradangan akibat radikal bebas.
Kayu manis selama ini dikenal memiliki kandungan antioksidan tinggi, tetapi sejumlah rempah lainnya juga mengandung senyawa antioksidan dengan karakteristik berbeda.
Ahli diet integratif dan fungsional Seema Shah, MPH, MS, RD, mengatakan cengkeh bubuk memiliki kapasitas penyerapan radikal oksigen atau ORAC yang tinggi.
Cengkeh dan Kunyit Kaya Senyawa Antioksidan
Antioksidan yang terdapat dalam cengkeh bubuk antara lain eugenol, flavonoid, dan asam galat.
Studi pada 2025 menemukan antioksidan dalam polong cengkeh dapat efektif dalam dosis lebih rendah dibandingkan beberapa antioksidan lain seperti asam askorbat dan beta-karoten.
Penelitian tersebut juga menemukan eugenol dapat mengikat enzim bakteri sehingga memiliki potensi sifat antibakteri.
Pelatih kesehatan nutrisi integratif Amanda Crowe, MS, RDN, mengatakan cengkeh dapat ditambahkan dalam jumlah kecil ke yogurt, oatmeal, maupun makanan panggang.
“Cengkeh utuh cocok digunakan dalam minuman yang direbus seperti wassail. Teh cengkeh atau air infus cengkeh tetap memberikan senyawa antioksidan, meskipun dalam jumlah yang lebih rendah daripada rempah itu sendiri," kata Crowe.
Cengkeh dalam dosis tinggi perlu digunakan dengan hati-hati karena berpotensi membahayakan hati, terutama bagi orang yang memiliki masalah pada organ tersebut.
Sementara itu, ahli diet fungsional Jennifer Bianchini, MS, RD, mengatakan kurkumin dalam kunyit dapat mendukung sistem kekebalan tubuh dan membantu mengurangi stres oksidatif.
Kunyit biasanya mengandung sekitar 2 hingga 9 persen kurkumin dan dapat digunakan dalam kari, sup, saus, maupun tumisan.
Konsumsi kunyit dalam dosis tinggi perlu dikonsultasikan dengan dokter karena dapat berinteraksi dengan obat pengencer darah maupun obat lainnya.
Oregano dan Jahe Juga Mengandung Antioksidan
Shah mengatakan oregano memiliki skor ORAC yang tinggi dan mengandung sejumlah senyawa antioksidan.
“Oregano kaya akan flavonoid dan antioksidan lainnya seperti timol dan karvakrol, bersama dengan asam fenolik lainnya," ujar Shah.
Oregano juga disebut dapat mendukung keseimbangan mikrobioma usus, sedangkan dalam bentuk minyak esensial memiliki sifat antimikroba dan antijamur.
Penggunaan oregano sebagai suplemen maupun minyak oregano perlu dilakukan secara hati-hati karena konsentrasi yang tinggi dapat memengaruhi mikroorganisme dalam usus.
Jahe menjadi rempah lainnya yang mengandung senyawa antioksidan sekaligus memberikan rasa khas pada teh, smoothie, tumisan, dan berbagai makanan.
“Baik jahe segar maupun bubuk menawarkan manfaat, tetapi jahe segar membawa senyawa aromatik tambahan yang disukai orang untuk digunakan dalam masakan sehari-hari,” kata Crowe.
Salah satu senyawa utama pada jahe adalah gingerol yang berkaitan dengan aktivitas anti-inflamasi, sedangkan proses pengeringan mengubah sebagian gingerol menjadi shogaol.
Bianchini mengatakan jahe dalam jumlah yang lazim digunakan untuk memasak umumnya aman, tetapi penggunaan dalam bentuk suplemen berkonsentrasi tinggi memerlukan perhatian lebih.
“Tetapi ketika anda mengonsumsinya dalam bentuk suplemen dengan dosis terkonsentrasi, anda mungkin perlu mengambil tindakan pencegahan. Dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan pencernaan atau mengganggu beberapa obat," kata dia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




