
Pantau - Pemerintah Provinsi Banten memaksimalkan layanan dapur umum dengan memproduksi lebih dari 450 porsi makanan per hari untuk mendukung operasi SAR pencarian jurnalis dan kru KM Arupadatu I yang hilang kontak di Selat Sunda.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Lukman mengatakan dapur umum telah disiagakan secara penuh sejak hari-hari pertama operasi SAR atas instruksi Gubernur Banten.
"Pelayanan dapur umum ini terus disiagakan secara maksimal untuk mendukung pergerakan operasional tim Basarnas, seluruh personel gabungan, hingga keluarga survivor," kata Lukman di Posko Utama SAR Gabungan, Pantai Carita, Pandeglang, Kamis (17/9/2026).
Dapur Umum Produksi Lebih dari 450 Porsi
Dapur umum yang memanfaatkan truk modifikasi tersebut memproduksi lebih dari 450 porsi setiap hari meski alokasi formalnya sebanyak 350 porsi untuk makan pagi, siang, dan malam.
Penambahan porsi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan petugas SAR, jurnalis yang meliput, keluarga korban, hingga masyarakat yang beraktivitas di sekitar posko utama.
Operasional dapur umum melibatkan sekitar 30 relawan terlatih dari Dinas Sosial Banten, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kementerian Sosial, Kampung Siaga Bencana (KSB), serta warga dari Kecamatan Carita, Labuan, dan Jiput.
Ikan asin dan sambal ulek terasi menjadi salah satu menu favorit yang disiapkan untuk melengkapi lauk utama.
"Kalau kurang logistik kami tambah dari stok di gudang dinas sosial maupun bantuan dari pihak lain, seperti hari ini, tadi kami belanja dari CSR Bank Banten," kata Lukman.
Dinas Sosial Banten menyatakan layanan dapur umum siap terus beroperasi hingga operasi SAR berakhir atau kembali diperpanjang.
Area Pencarian Diperluas hingga 8.509 NM Persegi
Pada hari ke-10 operasi SAR, area pencarian delapan jurnalis dan kru KM Arupadatu I diperluas menjadi 8.509 nautical mile (NM) persegi dari 3.439 NM persegi pada hari sebelumnya.
Operasi pencarian melibatkan 523 personel SAR gabungan dengan area penyisiran yang dibagi menjadi 10 sektor.
Sektor C menjadi area pencarian terluas dengan cakupan 3.380 NM persegi yang disisir KRI Leuser dan KRI Dewa Kembar hingga perairan Samudra Hindia di sebelah barat Pulau Belimbing menuju selatan Pulau Enggano, Bengkulu.
Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Tiga orang lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal, serta Heriyanto sebagai pemandu.
- Penulis :
- Aditya Yohan




