
Pantau - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyesalkan keputusan Amerika Serikat (AS) menolak visa bagi pejabat Palestina yang berdampak pada kehadiran Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pekan tingkat tinggi Majelis Umum PBB.
Juru bicara utama Guterres, Stephane Dujarric, menyampaikan sikap tersebut pada Jumat (18/9/2026).
"Sekretaris jenderal sangat menyesalkan pengumuman AS yang memperluas sanksi yang akan menolak pemberian visa kepada anggota Organisasi Pembebasan Palestina dan pejabat Otoritas Palestina untuk menghadiri pertemuan-pertemuan PBB," kata Stephane Dujarric.
Keputusan tersebut membuat Abbas tidak dapat menghadiri secara langsung pekan tingkat tinggi Majelis Umum PBB tahun ini.
Guterres Desak AS Berikan Visa Delegasi
Guterres mendesak AS sebagai negara tuan rumah PBB untuk memastikan visa diberikan kepada seluruh delegasi sesuai dengan kewajibannya berdasarkan Perjanjian Markas Besar PBB-AS 1947.
Menurut Dujarric, Guterres akan terus berkomunikasi dengan otoritas AS terkait persoalan tersebut.
Departemen Luar Negeri AS pada Rabu (16/9) mengumumkan akan terus menolak visa bagi pejabat Palestina, termasuk Abbas.
Kebijakan itu membuat Abbas terhalang menghadiri secara langsung pekan tingkat tinggi Majelis Umum PBB untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
Majelis Umum Izinkan Abbas Hadir Virtual
Majelis Umum PBB pada Kamis (17/9) mengadopsi resolusi yang memungkinkan Abbas berpartisipasi secara virtual dalam Debat Umum tahun ini.
Resolusi tersebut membuka jalan bagi Abbas untuk tetap menyampaikan partisipasinya dalam agenda Majelis Umum meski tidak memperoleh visa untuk datang langsung ke Amerika Serikat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




