HOME  ⁄  Geopolitik

Indonesia Optimistis Perdagangan dengan Belarus Menguat, 17 Kesepakatan Bisnis Jadi Modal Kerja Sam

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Indonesia Optimistis Perdagangan dengan Belarus Menguat, 17 Kesepakatan Bisnis Jadi Modal Kerja Sam
Foto: (Sumber :Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi (ketiga kiri) dalam acara resepsi merayakan Hari Nasional Belarus di Jakarta, Selasa (23/9/2026). (ANTARA/Katriana).)

Pantau - Pemerintah Indonesia optimistis hubungan perdagangan dan kerja sama ekonomi dengan Belarus terus menguat setelah hubungan bisnis kedua negara berkembang dan menghasilkan sejumlah kesepakatan antarpelaku usaha.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengatakan hubungan Indonesia dan Belarus telah berlangsung lebih dari tiga dekade sejak hubungan diplomatik dibuka pada 1993.

“Hubungan Indonesia dan Belarus telah dibangun selama lebih dari tiga dekade dengan berlandaskan pada prinsip saling menghormati, saling memahami, dan saling memberikan manfaat,” kata Arifah dalam resepsi Hari Nasional Belarus di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Hubungan bilateral tersebut diperkuat melalui kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia pada Juli 2026.

Kunjungan itu menghasilkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026–2030 yang mencakup kesehatan, kebudayaan, industri, ilmu pengetahuan dan teknologi, jasa keuangan, intelijen keuangan, serta akreditasi nasional.

Forum Bisnis Hasilkan 17 Nota Kesepahaman

Arifah menilai karakter perekonomian Indonesia dan Belarus saling melengkapi dalam sejumlah sektor.

Belarus memiliki kemampuan di bidang pupuk, mesin pertanian, manufaktur, kendaraan berat, dan teknologi, sedangkan Indonesia memiliki pasar besar, basis industri, sumber daya, serta akses ke kawasan Asia Tenggara.

“Tugas kita sekarang adalah mengubah komplementaritas ini menjadi nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat kita,” katanya.

Forum Bisnis Indonesia-Belarus yang digelar bertepatan dengan kunjungan Presiden Lukashenko menghasilkan 17 nota kesepahaman bisnis antarpelaku usaha atau business-to-business (B2B).

Pemerintah berharap momentum tersebut mendorong investasi dan pembentukan usaha patungan dalam bidang manufaktur, mesin pertanian, agroindustri, perakitan lokal, serta transfer teknologi.

Pemberlakuan perjalanan bebas visa antara Indonesia dan Belarus juga diharapkan meningkatkan pariwisata, pertukaran pendidikan, jejaring profesional, dan hubungan bisnis.

“Kami juga berharap dapat melihat peningkatan pariwisata, pertukaran pendidikan, jejaring profesional, dan hubungan bisnis antara masyarakat kedua negara,” kata Arifah.

Kerja Sama Menyasar Pangan hingga Pemberdayaan Perempuan

Arifah mengatakan kerja sama di bidang pertanian, pupuk, produksi pangan, dan produk susu dapat mendukung perdagangan bilateral sekaligus prioritas ketahanan pangan dan gizi Indonesia.

Ia juga membuka peluang pengembangan hubungan kedua negara dalam bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Kerja sama tersebut dapat mencakup pemberdayaan ekonomi perempuan, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, perlindungan anak di lingkungan digital, serta penguatan ketahanan keluarga dan masyarakat.

“Kerja sama tersebut dapat dimulai melalui dialog antarpakar, pertukaran praktik baik, peningkatan kapasitas, serta penguatan jejaring profesional dan kelembagaan,” katanya.

Arifah mengatakan Peta Jalan Indonesia-Belarus 2026–2030 memberikan arah bagi pengembangan kemitraan kedua negara.

“Peta jalan Indonesia-Belarus 2026-2030 kini memberikan arah yang jelas untuk babak selanjutnya dari kemitraan kita. Tugas kita adalah mengubah niat baik politik menjadi kerja sama praktis, kesepakatan menjadi implementasi, peluang menjadi kemakmuran bersama, dan hubungan antarpemerintah menjadi persahabatan yang langgeng antara masyarakat kedua negara,” katanya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026