
Pantau - Sekitar 5,4 juta orang di Somalia diperkirakan menghadapi kerawanan pangan tingkat krisis atau lebih buruk pada periode Oktober hingga Desember 2026 akibat banjir, kekeringan, konflik, dan meningkatnya perpindahan penduduk.
Peringatan tersebut disampaikan Pemerintah Somalia dan Program Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui pernyataan bersama yang dirilis pada Rabu (23/9/2026).
“Selama periode proyeksi, kerawanan pangan diperkirakan memburuk, dengan sekitar 5,4 juta orang (28 persen dari populasi yang dianalisis) kemungkinan menghadapi kondisi Fase 3 kerawanan pangan akut (AFI) atau lebih tinggi menurut IPC,” menurut pernyataan tersebut.
“Kondisi itu terutama dipicu oleh meningkatnya perpindahan penduduk akibat banjir, kekeringan, dan konflik,” imbuh pernyataan tersebut.
1,5 Juta Orang Terancam Kondisi Darurat
Integrated Food Security Phase Classification (IPC) membagi tingkat kerawanan pangan menjadi lima fase dengan Fase 3 hingga Fase 5 menunjukkan kondisi kekurangan pangan akut.
Fase 5 merupakan tingkat tertinggi yang menunjukkan kondisi kelaparan bersifat katastrofik.
Laporan tersebut memperingatkan sekitar 1,5 juta orang diperkirakan berada dalam Fase 4 atau kondisi darurat.
Sebanyak 26.000 pengungsi internal di Kota Baidoa diperkirakan menghadapi Fase 5 yang disebut “ditandai dengan kelaparan dan runtuhnya mata pencaharian.”
Jutaan Warga Terancam Banjir
Risiko memburuknya kerawanan pangan juga dikaitkan dengan curah hujan tinggi akibat fenomena iklim El Nino yang berpotensi menyebabkan banjir meluas.
Badan Penanggulangan Bencana Somalia memperkirakan sekitar 2,5 juta hingga 3,5 juta orang dapat terdampak banjir.
Sekitar satu juta penduduk juga berpotensi terpaksa meninggalkan wilayah pertanian dan peternakan akibat kondisi tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan




