
Pantau - Duta Besar China untuk ASEAN Wang Qing menyebut Indonesia sebagai jangkar ASEAN dan menilai Jakarta dapat memainkan peran serupa dalam memperkuat kemitraan China-ASEAN.
Pernyataan tersebut disampaikan Wang dalam peringatan lima tahun Kemitraan Strategis Komprehensif (CSP) China-ASEAN di Jakarta, Kamis (24/9/2026) malam.
"Indonesia merupakan jangkar bagi ASEAN. Saya kira Indonesia juga dapat memainkan peran sebagai jangkar dalam kemitraan China-ASEAN. Itulah harapan saya, dan saya juga yakin akan hal tersebut," kata Wang kepada media.
China Soroti Kerja Sama dengan Indonesia
Menurut Wang, Indonesia merupakan salah satu mitra terpenting China di antara negara-negara ASEAN.
Ia menyebut hubungan kedua negara telah menghasilkan sejumlah proyek kerja sama di Indonesia.
Wang mencontohkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung serta Two Countries, Twin Parks (TCTP) sebagai bentuk kerja sama China dan Indonesia yang telah berjalan.
TCTP merupakan salah satu instrumen kerja sama untuk memperkuat investasi, perdagangan, serta pengembangan kawasan industri kedua negara.
Wang juga menilai hubungan bilateral China dan Indonesia dapat menjadi contoh kerja sama Selatan-Selatan sekaligus mendukung hubungan China dengan ASEAN.
China dan Indonesia pada Agustus 2026 telah menggelar konsultasi 2+2 yang menurut Wang turut mencerminkan perkembangan kerja sama kedua negara.
"Kami berharap China dan Indonesia dapat menjadi contoh yang baik bagi kerja sama Selatan-Selatan, sekaligus bagi kerja sama China-ASEAN," kata Wang.
Perdagangan China-ASEAN Tembus 1 Triliun Dolar AS
China dan ASEAN telah memperkuat kerja sama di berbagai sektor sejak pembentukan Kemitraan Strategis Komprehensif pada 2021, termasuk perdagangan, investasi, konektivitas, ekonomi digital, dan pertukaran masyarakat.
Pada 2025, perdagangan bilateral China-ASEAN telah melampaui 1 triliun dolar AS.
Kedua pihak juga mencatat sekitar 400 juta pertukaran masyarakat setiap tahun yang dinilai menjadi salah satu fondasi penguatan hubungan pada masa mendatang.
Sementara itu, nilai perdagangan Indonesia dan China meningkat 13,2 persen pada 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai perdagangan Indonesia-China mencapai 154,58 miliar dolar AS pada 2025, terdiri atas ekspor sebesar 67,04 miliar dolar AS dan impor 87,54 miliar dolar AS.
Ekspor Indonesia ke China tercatat meningkat 6,9 persen, sedangkan impor tumbuh 18,53 persen pada periode tersebut.
China tetap menjadi mitra dagang utama Indonesia dengan pangsa ekspor sebesar 23,7 persen dan impor mencapai 36,2 persen.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




