
Pantau - Delegasi Indonesia melakukan aksi walk out dari aula Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Kamis (24/9/2026) waktu setempat, ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidato.
Berdasarkan rekaman yang disampaikan Perutusan Tetap Republik Indonesia di New York, para diplomat Indonesia yang sebelumnya berada di aula sidang terlihat meninggalkan kursi ketika Netanyahu dipersilakan menuju mimbar untuk menyampaikan pernyataan nasional.
Sejumlah diplomat dari negara lain juga meninggalkan ruangan saat Netanyahu akan memulai pidatonya.
Delegasi Tinggalkan Aula Sidang PBB
Suasana di aula Majelis Umum PBB menjadi riuh ketika sejumlah delegasi meninggalkan kursi dan keluar dari ruangan.
Pemimpin sidang kemudian mengetuk palu untuk meminta para delegasi menjaga ketertiban.
Antrean keluar dari aula juga terlihat karena banyak delegasi melakukan aksi walk out secara bersamaan.
Menanggapi delegasi yang meninggalkan ruangan, Netanyahu memberikan komentar sebelum memulai pidatonya.
"Sebelum saya mulai, jika ada pengecut moral yang masih belum keluar dari aula ini, tolong lakukan sekarang," kata Netanyahu sebagaimana disiarkan UN Web TV.
Menurut laporan Jerusalem Post yang dikutip Sputnik, Netanyahu dijadwalkan berada di Amerika Serikat selama sekitar enam jam untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.
Laporan tersebut juga menyebut Netanyahu tidak dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump maupun Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Netanyahu Hadiri Sidang di Tengah Konflik Gaza
Kehadiran Netanyahu di Sidang Majelis Umum PBB berlangsung di tengah kritik internasional terhadap tindakan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat serta ketegangan terkait Lebanon.
Surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada 2024 juga masih berlaku.
ICC menerbitkan surat perintah tersebut terkait dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam konflik Gaza.
- Penulis :
- Aditya Yohan




