
Pantau - Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menegaskan kawasan Asia Tenggara secara umum tetap damai, stabil, dan aman di tengah hubungan ASEAN-China yang terus berkembang selama 35 tahun terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan Kao dalam peringatan lima tahun Kemitraan Strategis Komprehensif atau Comprehensive Strategic Partnership (CSP) China-ASEAN di Jakarta, Kamis (24/9/2026) malam.
"Pada dasarnya, kawasan kita tetap damai, stabil, dan aman. Ada banyak kepercayaan antara kedua pihak," kata Kao kepada media.
Menurut Kao, salah satu indikator kepercayaan masyarakat terhadap kondisi kawasan terlihat dari tingginya jumlah wisatawan China yang berkunjung ke negara-negara ASEAN.
Sebanyak 21,8 juta wisatawan China tercatat mengunjungi negara-negara anggota ASEAN sepanjang 2025.
"Jika tidak ada kepercayaan, mengapa ada 21,8 juta wisatawan dari China yang datang ke kawasan kita? Karena masyarakat percaya dan memiliki keyakinan terhadap kondisi hubungan kedua pihak," ujarnya.
Perdagangan ASEAN-China Tembus 1 Triliun Dolar AS
Kao mengatakan berbagai kegiatan, program, dan proyek pertukaran antarmasyarakat telah menjadi salah satu fondasi hubungan ASEAN-China sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat kedua pihak.
Hubungan ekonomi juga terus berkembang dengan nilai perdagangan ASEAN-China pada 2025 tercatat melampaui 1 triliun dolar AS.
China menjadi mitra dagang terbesar ASEAN selama 17 tahun berturut-turut.
Kao turut menyoroti peningkatan konektivitas sebagai bagian penting dalam hubungan kedua pihak, termasuk pembangunan Terusan Pinglu di China.
"Ini bukan hanya terusan untuk China karena juga akan memberikan manfaat bagi ASEAN, karena akan semakin mengubah hubungan perdagangan kita," katanya.
ASEAN dan China juga dinilai masih memiliki ruang untuk memperluas kerja sama melalui Rencana Aksi ASEAN-China 2026-2030 yang mencakup berbagai bidang kepentingan bersama.
ASEAN-China Dorong Keterlibatan Generasi Muda
Kao menekankan pentingnya menjaga momentum hubungan ASEAN-China sekaligus menghadirkan dinamika baru melalui peningkatan interaksi generasi muda.
Sekitar 100.000 pelajar dari negara-negara ASEAN saat ini menempuh pendidikan di China, yang menurut Kao menjadi investasi bagi masa depan hubungan kedua pihak.
Kemitraan Strategis Komprehensif China-ASEAN yang dimulai sejak 2021 juga diharapkan terus dilaksanakan secara konstruktif.
"Kita memiliki banyak perkembangan positif dan saya kira kita tidak boleh menganggap semua ini sebagai sesuatu yang sudah pasti. Artinya, di satu sisi kita perlu terus mempertahankan momentum hubungan ini, tetapi pada saat yang sama juga memberikan dinamika baru," kata Kao.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




