
Pantau - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Iran dapat membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari apabila Amerika Serikat (AS) menerima rencana yang telah disampaikan Teheran melalui Qatar.
Araghchi mengatakan jangka waktu tujuh hari tersebut akan mulai dihitung setelah AS menerima usulan Iran.
Pernyataan itu disampaikan Araghchi kepada wartawan di sela-sela Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Jumat (25/9/2026).
Iran Paparkan Tahapan Pembukaan Selat Hormuz
Menurut Araghchi, AS dapat mengambil sejumlah langkah yang diminta Iran dalam empat atau lima hari pertama setelah menerima rencana tersebut.
Langkah itu, menurut dia, dapat memungkinkan Selat Hormuz dibuka kembali pada hari keenam.
Iran dan AS kemudian dapat memulai pembicaraan mengenai kesepakatan akhir pada hari ketujuh.
Araghchi mengatakan langkah-langkah yang diharapkan dari AS telah tercantum dalam nota kesepahaman yang ditandatangani di Islamabad pada Juni 2026.
"Jika ada keseriusan dari pihak AS untuk mencapai kesepakatan dan membuka kembali Selat Hormuz, semuanya kini sudah siap," katanya.
Iran Minta Jaminan sebelum Negosiasi
Araghchi menyatakan Iran berkomitmen terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Namun, dia menuding AS menggagalkan pelaksanaan kesepakatan sebelumnya melalui tindakan militer lanjutan.
Iran, menurut Araghchi, tetap membuka peluang diplomasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Teheran meminta jaminan yang dinilai kredibel bahwa tidak akan terjadi serangan baru dari AS sebelum kedua pihak memulai putaran perundingan berikutnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




