HOME  ⁄  Geopolitik

China Ungkap Delapan Kesepahaman Xi Jinping dan Donald Trump dalam Pertemuan di Washington

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

China Ungkap Delapan Kesepahaman Xi Jinping dan Donald Trump dalam Pertemuan di Washington
Foto: Presiden Xi Jinping melakukan pertemuan dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih pada Kamis 24/9/2026 (sumber: Pemerintah China)

Pantau - Kementerian Luar Negeri China merilis delapan kesepahaman yang disebut dicapai Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pertemuan di Washington DC pada 23–25 September 2026, mencakup hubungan bilateral, Iran, perdagangan, pemberantasan narkoba, kecerdasan buatan hingga kerja sama panda raksasa.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan kedua kepala negara bertukar pandangan secara mendalam mengenai hubungan strategis China-AS serta berbagai isu internasional dan regional.

"Selama kunjungan tersebut, kedua kepala negara bertukar pandangan secara mendalam mengenai hubungan stabilitas strategis yang konstruktif antara China dan Amerika Serikat serta isu-isu penting internasional dan regional. Mereka mencapai delapan kesepahaman," demikian disebutkan dalam laman Kementerian Luar Negeri China.

Kesepahaman pertama yang diumumkan China adalah kedua negara sepakat membangun "hubungan yang stabil, strategis dan konstruktif antara China dan AS berdasarkan rasa hormat, keadilan, dan kesetaraan".

Kesepahaman kedua mencakup dukungan timbal balik terhadap Pertemuan Informal Pemimpin APEC dan KTT Pemimpin G20 yang diselenggarakan masing-masing pihak serta niat Xi dan Trump untuk menghadiri pertemuan internasional yang diselenggarakan pihak lainnya.

Kesepahaman ketiga menyebut Iran harus memenuhi komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir serta negara maupun lembaga mana pun tidak boleh memungut biaya untuk melintasi perairan internasional.

Kesepahaman keempat berkaitan dengan sejarah hubungan kedua negara dengan Xi dan Trump mengenang China dan Amerika Serikat sebagai sekutu yang berjuang bersama pada Perang Dunia II.

China dan AS Bahas Perdagangan hingga Pemberantasan Narkoba

Kesepahaman kelima berkaitan dengan hubungan ekonomi dan perdagangan dengan kedua kepala negara mengakui peran mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan China-AS serta hasil yang dicapai tim kedua negara.

Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri China, hasil tersebut mencakup pembentukan dan pengembangan mekanisme Dewan Perdagangan, pengaturan penurunan tarif secara timbal balik senilai 30 miliar dolar AS, serta perpanjangan hasil konsultasi ekonomi dan perdagangan yang sebelumnya berlangsung di Kuala Lumpur.

Xi dan Trump juga menginstruksikan agar hasil konsultasi ekonomi dan perdagangan tersebut dilaksanakan.

Kesepahaman keenam menyangkut kerja sama penegakan hukum dalam pemberantasan narkoba yang menurut China telah menghasilkan capaian dalam pengungkapan kasus zat psikoaktif baru dan bahan kimia prekursor.

Kerja sama tersebut juga disebut menghasilkan penangkapan puluhan tersangka yang berkaitan dengan tindak kejahatan di China dan Amerika Serikat.

Kedua Negara Sepakat Bentuk Dialog AI

Kesepahaman ketujuh adalah pembentukan dialog mengenai kecerdasan buatan atau AI sebagai sarana bertukar pandangan mengenai risiko dan manfaat teknologi tersebut.

Dialog AI berikutnya direncanakan berlangsung pada November 2026, sedangkan kedua negara juga disebut sepakat membentuk saluran komunikasi khusus mengenai insiden AI.

Kesepahaman kedelapan berkaitan dengan kerja sama panda raksasa dengan Amerika Serikat menyambut kedatangan sepasang panda yang dipinjamkan China kepada Kebun Binatang Atlanta.

Di luar delapan kesepahaman tersebut, Kementerian Luar Negeri China menyebut militer kedua negara sepakat untuk segera menandatangani nota kesepahaman mengenai penguatan komunikasi dan pencegahan krisis.

China dan Amerika Serikat juga disebut akan melanjutkan kerja sama untuk mencari jenazah personel militer AS yang hilang di China.

Xi kembali ke Beijing pada Sabtu, 26 September, sore bersama Peng Liyuan serta delegasi yang antara lain mencakup Cai Qi, Menteri Luar Negeri Wang Yi, dan Wakil Perdana Menteri He Lifeng.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026