
Pantau - Perwakilan Amerika Serikat (AS) dan Iran mengadakan pembahasan secara terpisah dengan negara-negara mediator pada Senin (28/9/2026) sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Reuters, mengutip sumber dari kedua pihak, melaporkan pembicaraan lanjutan akan berfokus pada amandemen rencana tujuh hari yang diajukan Iran pada pekan lalu.
Belum ada rincian spesifik yang diungkapkan mengenai isi maupun format pembahasan tersebut.
Trump Bantah Laporan Pelonggaran Sanksi
Axios pada Senin (28/9/2026) mengutip seorang pejabat AS yang menyebut Presiden AS Donald Trump siap melonggarkan sanksi terhadap Iran dan mencairkan dana Teheran yang diblokir apabila terdapat "kemajuan konkret" dalam kesepakatan nuklir.
Trump kemudian membantah laporan mengenai rencana tersebut.
Pada saat bersamaan, Reuters mengutip sumber yang menyebut pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan pengecualian sanksi sementara bagi penerbangan yang mengangkut jamaah Syiah antara Iran dan Irak.
Sebelumnya, AS dan Iran dilaporkan berpeluang mengadakan pembicaraan secara terpisah dengan mediator yang terlibat dalam upaya penyelesaian konflik pada 28 atau 29 September 2026.
Iran Tegaskan Tidak Akan Membuat Senjata Nuklir
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada pekan lalu menyatakan Republik Islam Iran tidak akan membuat senjata nuklir.
Pembicaraan dengan mediator berlangsung di tengah upaya kedua negara mencari jalan menuju kesepakatan terkait program nuklir Iran.
Pada awal September 2026, Trump mengatakan terdapat kemungkinan 99,9 persen Washington akan membuat kesepakatan nuklir dengan Teheran.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




