
Pantau - Lebih dari 400 lembaga pendidikan di Prancis menghentikan kegiatan belajar mengajar pada Jumat (2/10) menyusul aksi protes siswa sekolah menengah atas yang berlangsung selama beberapa hari terakhir.
Menteri Pendidikan Prancis Edouard Geffray mengatakan penutupan sekolah juga berkaitan dengan kerusakan sistem keselamatan kebakaran dan serangan terhadap staf.
"Saat ini, saya mengetahui sedikitnya 400 sekolah akan ditutup besok," kata Geffray kepada saluran televisi France 2 pada Kamis (1/10).
Aksi pelajar tersebut dipicu sejumlah persoalan pendidikan, termasuk jadwal pelajaran yang dinilai terlalu padat dan kekurangan guru.
Polisi Tahan 1.793 Orang
Hingga Kamis malam, polisi telah menahan 1.793 orang di berbagai wilayah Prancis dan hampir seluruhnya merupakan anak di bawah umur, menurut laporan surat kabar Le Figaro.
Seperti dikutip Sputnik, sekitar sepertiga ditahan terkait serangan terhadap aparat pemerintah, sepertiga lainnya karena mengikuti unjuk rasa tanpa izin, sedangkan sisanya terkait perusakan properti.
Di Paris, polisi melakukan 130 penahanan dengan 42 kasus yang melibatkan anak di bawah umur telah dilimpahkan ke pengadilan.
Aksi Protes Diwarnai Kerusuhan
Siswa SMA di Prancis telah menggelar aksi selama beberapa hari untuk memprotes jadwal pelajaran yang terlalu padat, kekurangan tenaga pengajar, dan sejumlah persoalan pendidikan lainnya.
Beberapa demonstrasi tersebut kemudian diwarnai kerusuhan dan perusakan properti.
Pemerintah Prancis menyatakan aksi protes yang bermula di lingkungan sekolah telah berkembang menjadi kerusuhan di jalanan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




