
Pantau - Brasil akan menggelar pemilihan presiden putaran kedua pada 25 Oktober 2026 setelah tidak ada kandidat yang memperoleh lebih dari 50 persen suara dalam pemungutan suara putaran pertama, menurut Mahkamah Pemilu Brasil, Senin (5/10/2026).
Berdasarkan penghitungan hampir 99 persen surat suara, putaran kedua akan mempertemukan calon presiden dari kubu sayap kanan Flavio Bolsonaro dengan petahana Luiz Inacio Lula da Silva.
Flavio Bolsonaro yang merupakan putra sulung mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro memperoleh 47,23 persen suara dalam pemilihan putaran pertama pada Minggu (4/10/2026).
Lula da Silva berada di posisi kedua dengan perolehan 44,93 persen suara.
Flavio Bolsonaro dan Lula Bersaing di Putaran Kedua
Hasil tersebut membuat Flavio Bolsonaro dan Lula da Silva harus kembali bersaing karena keduanya belum memenuhi ambang kemenangan lebih dari 50 persen suara.
Flavio maju sebagai kandidat dari kubu sayap kanan, sedangkan Lula berstatus sebagai presiden petahana Brasil.
Pemungutan suara putaran kedua dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober 2026 untuk menentukan presiden Brasil.
Kandidat Lain Raih Suara di Bawah Tiga Persen
Calon presiden Augusto Cury yang berprofesi sebagai dokter psikiater menempati posisi ketiga dengan memperoleh 2,90 persen suara.
Pengusaha Renan Santos berada di posisi berikutnya dengan perolehan 2,25 persen suara.
Politikus Ronaldo Caiado memperoleh 2,19 persen suara dalam pemilihan presiden putaran pertama tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan




