
Pantau - Kubu kampanye Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva meminta Pengadilan Pemilu Tertinggi Brasil menyelidiki penangguhan layanan konsuler Amerika Serikat menjelang pemilihan presiden pada Minggu (4/10/2026) untuk memastikan kebijakan tersebut didasari faktor keamanan atau merupakan bentuk intervensi pemilu.
Permintaan penyelidikan disampaikan koalisi pendukung Lula, Brasil Pronto Pra Mais, melalui petisi kepada Pengadilan Pemilu Tertinggi.
Koalisi tersebut mengkhawatirkan penangguhan layanan konsuler AS dapat membentuk citra Brasil sebagai negara yang tidak stabil menjelang pemungutan suara.
Kondisi tersebut juga dikhawatirkan dapat menguntungkan kandidat oposisi Flavio Bolsonaro dari Partai Liberal.
AS Tutup Sementara Layanan Konsuler
Kedutaan Besar AS pada Kamis (1/10/2026) mengumumkan layanan konsuler di kedutaan maupun konsulatnya di Brasil ditutup sementara mulai Jumat (2/10/2026).
Pemerintah AS menyebut "faktor keamanan" sebagai alasan penutupan sementara tersebut tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Warga negara AS diimbau tidak mendatangi fasilitas diplomatik negaranya selama penangguhan berlangsung.
Para staf diplomatik AS juga diinstruksikan untuk bekerja dari jarak jauh.
Kubu Lula Minta Dugaan Koordinasi dengan Oposisi Diusut
Petisi kubu Lula meminta penyelidikan dilakukan untuk mengetahui apakah keputusan penangguhan layanan konsuler berkaitan dengan situasi keamanan atau memiliki kaitan dengan proses politik menjelang pemilihan presiden Brasil.
Kubu Lula juga meminta pengadilan menyelidiki kemungkinan adanya koordinasi antara pihak oposisi dengan pejabat pemerintah AS terkait keputusan tersebut.
Permintaan investigasi muncul menjelang pemungutan suara ketika Lula dari Partai Pekerja menghadapi persaingan politik dengan Flavio Bolsonaro dari Partai Liberal.
- Penulis :
- Gerry Eka




