HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Tinjau Respons AS atas Rencana Tujuh Hari Penghentian Permusuhan dan Pembukaan Selat Hormuz

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Iran Tinjau Respons AS atas Rencana Tujuh Hari Penghentian Permusuhan dan Pembukaan Selat Hormuz
Foto: (Sumber :Foto yang diambil pada 20 Juni 2026 ini memperlihatkan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di wilayah utara Oman. ANTARA/Xinhua/Wen Xinnian.)

Pantau - Iran sedang meninjau pandangan Amerika Serikat (AS) terhadap proposal tujuh hari yang diajukan Teheran untuk menghentikan permusuhan sekaligus membuka kembali Selat Hormuz di tengah ketegangan kedua negara.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi mengatakan AS telah menyampaikan pandangannya mengenai proposal tersebut kepada Iran melalui mediator.

Proposal tujuh hari itu sebelumnya disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi kepada pihak lain di New York pada akhir September 2026.

“Pandangan AS saat ini sedang ditinjau di dalam negeri melalui jalur yang tepat,” kata Gharibabadi di Teheran, Minggu (4/10/2026), sebagaimana dilaporkan kantor berita Fars.

Gharibabadi mengatakan Iran akan mengambil tindakan yang diperlukan melalui “jalur yang tepat” setelah pandangan akhir Teheran terhadap respons AS ditetapkan.

Iran Siapkan Skenario Lain

Iran mengajukan rencana tujuh hari kepada AS pada 22 September 2026 melalui mediator di sela-sela Debat Umum Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York.

Rencana tersebut ditujukan untuk menghentikan permusuhan sekaligus membuka kembali Selat Hormuz.

Gharibabadi mengatakan Iran juga secara bersamaan melakukan persiapan untuk menghadapi kemungkinan skenario lainnya.

Ketegangan sebelumnya meningkat setelah Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran pada 28 Februari 2026.

Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan serta aset Israel dan AS di kawasan tersebut sekaligus memperketat kendalinya atas Selat Hormuz.

Perundingan Belum Capai Kesepakatan Akhir

Gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai tercapai pada 8 April 2026.

Iran dan AS kemudian menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai pengakhiran perang di kawasan tersebut pada 18 Juni 2026.

Berdasarkan MoU itu, kedua negara dijadwalkan melakukan perundingan dalam waktu 60 hari hingga 17 Agustus 2026 untuk mencapai kesepakatan akhir.

Namun, kedua pihak belum mencapai kemajuan yang memadai menuju kesepakatan seiring ketegangan yang terus meningkat.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026