
Pantau - Qatar menyatakan Amerika Serikat (AS) dan Iran terus bertukar pesan melalui proses mediasi dan kontak diplomatik untuk mencapai kemajuan dalam perundingan guna mengakhiri perang yang berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Direktur Media dan Komunikasi Kementerian Luar Negeri Qatar Ibrahim Al-Hashimi mengatakan komunikasi dan kunjungan antara kedua pihak masih berlangsung.
Kontak tersebut termasuk kunjungan Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni ke Doha.
“Kontak dan kunjungan terus berlangsung dengan tujuan mencapai kemajuan yang dapat menjadi landasan antara Washington dan Teheran,” kata Al-Hashimi dalam konferensi pers, Selasa (6/10/2026).
Qatar Tegaskan Proses Mediasi Terus Berjalan
Al-Hashimi menegaskan proses mediasi antara Amerika Serikat dan Iran “terus berlangsung dan tidak berhenti”.
Menurut Kementerian Luar Negeri Qatar, upaya diplomatik tersebut ditujukan untuk menghasilkan kemajuan yang dapat menjadi dasar bagi pembahasan lebih lanjut.
Pembicaraan juga diarahkan untuk mencakup seluruh persoalan yang menjadi perhatian Washington dan Teheran.
“Pembicaraan terus berlangsung, terjadi pertukaran pesan antara Washington dan Teheran, dan Qatar menjadi mediator antara kedua pihak,” ujar Al-Hashimi.
Dia mengatakan penyelesaian konflik membutuhkan “upaya terbaik” melalui solusi yang dirundingkan dengan mempertimbangkan kekhawatiran seluruh pihak.
Qatar dan Pakistan Jadi Mediator
Qatar bersama Pakistan menjadi mediator antara pemerintah Amerika Serikat dan Iran dalam upaya mengakhiri konflik.
Perang tersebut berlangsung sejak akhir Februari 2026 dan upaya diplomatik terus dilakukan untuk menghentikan pertempuran.
Kesepakatan awal yang dicapai pada Juni 2026 belum berhasil menghentikan konflik antara kedua pihak.
- Penulis :
- Aditya Yohan




