
Pantau - Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani menegaskan negaranya akan tetap melanjutkan proyek ekspansi energi meskipun konflik regional menyebabkan kerusakan fasilitas produksi dan penutupan Selat Hormuz yang mengganggu ekspor energi Qatar.
Pernyataan tersebut disampaikan Sheikh Tamim dalam pidatonya di hadapan Dewan Syura di Doha, Qatar, Selasa (13/10/2026).
Emir Qatar mengungkapkan bahwa penutupan Selat Hormuz dan kerusakan fasilitas energi di Kota Industri Ras Laffan telah menghambat sebagian besar aktivitas ekspor energi negara tersebut.
Gangguan tersebut memberikan tekanan terhadap sektor energi yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian Qatar.
Penutupan Selat Hormuz Ganggu Ekspor Energi Qatar
Sheikh Tamim menjelaskan bahwa konflik regional telah berdampak langsung terhadap infrastruktur energi Qatar, terutama fasilitas yang berada di kawasan industri Ras Laffan.
Kerusakan fasilitas tersebut, ditambah penutupan Selat Hormuz, menyebabkan gangguan signifikan terhadap pengiriman energi Qatar ke pasar internasional.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi global, termasuk pengangkutan minyak dan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).
Gangguan terhadap jalur tersebut turut memengaruhi kemampuan Qatar dalam menyalurkan ekspor energi kepada negara-negara tujuan.
Meski menghadapi hambatan, pemerintah Qatar tetap berkomitmen mempertahankan kelanjutan proyek pengembangan energi nasional.
Proyek Gas North Field Tetap Berjalan Sesuai Jadwal
Sheikh Tamim menegaskan bahwa Qatar tidak akan menghentikan rencana peningkatan kapasitas produksi LNG akibat gangguan yang terjadi di kawasan.
Pemerintah Qatar memastikan proyek pengembangan gas North Field tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Proyek tersebut merupakan bagian dari strategi Qatar untuk memperluas kapasitas produksi gas alam cair dan mempertahankan perannya sebagai salah satu pemasok energi dunia.
Kelanjutan proyek North Field menunjukkan komitmen Qatar terhadap pengembangan sektor energi meskipun menghadapi tantangan keamanan dan gangguan ekspor.
Sektor Nonmigas Qatar Tetap Tumbuh
Selain membahas sektor energi, Sheikh Tamim menyampaikan bahwa perekonomian Qatar masih mendapat dukungan dari pertumbuhan sektor nonhidrokarbon.
Menurutnya, dampak ekonomi akibat konflik regional terutama dirasakan pada sektor energi, sedangkan sektor-sektor di luar minyak dan gas tetap menunjukkan pertumbuhan.
Sektor nonhidrokarbon disebut menyumbang sekitar 80 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) riil Qatar.
Kontribusi tersebut menunjukkan besarnya peran aktivitas ekonomi di luar sektor energi dalam menopang perekonomian negara tersebut.
Di tengah gangguan ekspor dan kerusakan infrastruktur, Qatar tetap mempertahankan agenda ekspansi LNG melalui proyek North Field sekaligus mengandalkan pertumbuhan sektor nonhidrokarbon untuk mendukung perekonomian nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




