
Pantau - Senator konservatif Flavio Bolsonaro unggul tipis atas Presiden petahana Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dalam survei terbaru menjelang putaran kedua pemilihan presiden Brasil yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober 2026.
Hasil jajak pendapat CNT/MDA menunjukkan Bolsonaro memperoleh dukungan 46,8 persen dari seluruh responden, sedangkan Lula meraih 45,9 persen.
Jika hanya menghitung suara sah dengan mengecualikan pilihan kosong, tidak sah, dan responden yang belum menentukan pilihan, Bolsonaro memperoleh 50,5 persen berbanding 49,5 persen untuk Lula.
Selisih satu poin persentase tersebut menunjukkan persaingan kedua kandidat masih ketat menjelang pemungutan suara.
Survei CNT/MDA melibatkan 2.014 pemilih yang diwawancarai pada 13–15 Oktober 2026 dengan margin kesalahan plus-minus 2,2 poin persentase.
Flavio Bolsonaro dan Lula Bersaing Ketat dalam Survei
Jajak pendapat CNT/MDA menjadi survei pertama lembaga tersebut yang dipublikasikan setelah pemilihan presiden Brasil putaran pertama pada 4 Oktober 2026.
Dalam pemungutan suara putaran pertama, Flavio Bolsonaro memperoleh 47,03 persen suara, sementara Lula mengantongi 45,16 persen.
Perolehan Bolsonaro tersebut melampaui perkiraan sejumlah survei yang diterbitkan sebelum pemilihan.
Flavio merupakan putra sulung mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro yang memiliki basis pendukung konservatif.
Dalam survei CNT/MDA yang dirilis sepekan sebelum pemungutan suara putaran pertama, Bolsonaro tercatat memperoleh 52 persen suara sah dibandingkan Lula dengan 48 persen.
Hasil survei terbaru memperlihatkan selisih dukungan kedua kandidat lebih kecil dibandingkan jajak pendapat sebelumnya.
Namun, keunggulan Bolsonaro dalam survei tersebut masih berada dalam rentang margin kesalahan sehingga belum menunjukkan keunggulan yang pasti secara statistik.
Survei Datafolha Catat Selisih Dukungan Makin Tipis
Persaingan ketat juga terlihat dalam jajak pendapat terpisah yang dilakukan lembaga survei Datafolha.
Hasil survei yang dipublikasikan pada Kamis (15/10/2026) menunjukkan Bolsonaro memperoleh 51 persen suara sah.
Sementara itu, Lula mendapatkan dukungan sebesar 49 persen.
Keunggulan Bolsonaro dalam survei Datafolha menyusut dari empat poin menjadi dua poin persentase.
Selisih tersebut berada dalam rentang margin kesalahan survei sebesar dua poin persentase.
Hasil kedua survei memperlihatkan bahwa dukungan terhadap kedua kandidat relatif berimbang menjelang putaran kedua.
Lula Bidik 33 Juta Pemilih yang Absen pada Putaran Pertama
Memasuki tahap akhir kampanye, kedua kandidat berupaya memperluas dukungan untuk memenangkan pemilihan presiden.
Flavio Bolsonaro berusaha mempertahankan dukungan kelompok konservatif yang selama ini menjadi basis politik ayahnya.
Ia juga berupaya menjangkau kelompok pemilih lain di luar pendukung tradisional keluarga Bolsonaro.
Sementara itu, Lula yang mengincar masa jabatan keempatnya secara tidak berturut-turut memusatkan perhatian pada pemilih yang tidak menggunakan hak suara dalam putaran pertama.
Lebih dari 33 juta pemilih terdaftar diketahui tidak memberikan suara pada pemungutan suara 4 Oktober.
Kelompok tersebut menjadi salah satu sasaran kampanye Lula untuk meningkatkan perolehan suara pada putaran kedua.
Kongres Brasil Setujui Pengurangan Hari dan Jam Kerja
Di tengah persaingan pemilihan presiden, Partai Buruh yang berkuasa mencatat keberhasilan legislatif setelah Kongres Brasil menyetujui amendemen konstitusi terkait sistem kerja.
Amendemen yang disetujui pada Rabu (14/10/2026) tersebut menghapus pola kerja tradisional enam hari dalam sepekan.
Sistem yang dikenal sebagai pola kerja 6x1, yakni enam hari bekerja dan satu hari libur, digantikan dengan sistem lima hari kerja dalam sepekan.
Kebijakan itu juga mengatur pengurangan batas maksimum jam kerja mingguan secara bertahap dari 44 jam menjadi 40 jam.
Pengurangan jam kerja tersebut dilakukan tanpa pemotongan gaji pekerja.
Reformasi ketenagakerjaan menjadi salah satu janji utama kampanye Lula.
Usulan amendemen memperoleh dukungan besar di Senat Brasil dengan hasil pemungutan suara 75 berbanding satu.
Bolsonaro yang sebelumnya menolak kebijakan tersebut kemudian mengubah sikap dan memberikan suara untuk mendukung amendemen.
Kebijakan Ekonomi Jadi Bagian Kampanye Lula
Selain reformasi ketenagakerjaan, pemerintahan Lula meluncurkan sejumlah inisiatif ekonomi menjelang berakhirnya masa kampanye.
Program tersebut mencakup penghapusan utang bagi pengusaha mikro dan penyediaan dana beasiswa perguruan tinggi.
Pemerintah juga mengusung kebijakan penghapusan pajak bahan bakar serta usulan kartu transportasi umum gratis.
Berbagai kebijakan tersebut menjadi bagian dari agenda ekonomi yang ditawarkan Lula kepada pemilih.
Dengan selisih dukungan yang masih berada dalam rentang margin kesalahan survei, hasil pemilihan presiden Brasil akan ditentukan melalui pemungutan suara putaran kedua pada 25 Oktober 2026.
- Penulis :
- Aditya Yohan




