
Pantau - Kerusuhan kembali pecah di pusat Kota Milan, Italia, setelah ribuan pemuda dilaporkan merusak kaca etalase dan menjarah sejumlah toko di kawasan Piazza del Duomo pada Minggu (18/10/2026).
Insiden tersebut terjadi sehari setelah bentrokan antara massa dan aparat keamanan dalam aksi demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup di pusat Kota Milan.
Menurut laporan surat kabar Italia, La Repubblica, sedikitnya 2.000 pemuda terlibat dalam kerusuhan yang menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas dan tempat usaha di kawasan pusat kota.
Massa dilaporkan menggunakan tempat sampah, kursi, hingga sepeda listrik untuk menghancurkan kaca etalase sebelum menerobos masuk ke sejumlah toko.
Sasaran penjarahan terutama meliputi toko perlengkapan olahraga dan supermarket yang berada di sekitar lokasi kerusuhan.
Ribuan Pemuda Rusak Toko di Kawasan Piazza del Duomo
Kerusuhan terbaru di Milan terjadi setelah seruan untuk kembali berkumpul di Piazza del Duomo beredar melalui media sosial sejak Minggu pagi.
Ribuan pemuda kemudian dilaporkan mendatangi kawasan pusat kota dan melakukan perusakan terhadap sejumlah bangunan usaha.
Berdasarkan laporan La Repubblica, massa menggunakan berbagai benda yang ditemukan di sekitar lokasi untuk memecahkan kaca etalase toko.
Tempat sampah, kursi, dan sepeda listrik digunakan untuk menghancurkan bagian depan toko sebelum sejumlah orang masuk dan mengambil barang dagangan.
Aksi tersebut terutama menyasar toko perlengkapan olahraga dan supermarket yang berada di kawasan Piazza del Duomo.
Meski terjadi perusakan dan penjarahan, hingga laporan diterbitkan belum terdapat informasi mengenai bentrokan besar-besaran dalam kerusuhan terbaru tersebut.
Polisi Kerahkan Pasukan Khusus dan Siagakan Meriam Air
Aparat keamanan Italia meningkatkan pengamanan di kawasan Piazza del Duomo untuk mengantisipasi meluasnya kerusuhan.
Polisi menambah jumlah personel serta menempatkan kendaraan patroli di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi bentrokan.
Petugas keamanan juga disiagakan di sekitar pusat perbelanjaan dan jalan utama untuk mencegah aksi penjarahan kembali terjadi.
Selain menambah personel, kepolisian menyiapkan kendaraan meriam air sebagai langkah antisipasi apabila situasi kembali memburuk.
Menurut laporan siaran langsung surat kabar Corriere della Sera, kondisi pusat Kota Milan kemudian terpantau tenang setelah aparat keamanan meningkatkan penjagaan.
Meski situasi mulai terkendali, polisi berseragam khusus tetap dikerahkan ke sejumlah ruas jalan untuk menjaga keamanan.
Sebanyak 28 Orang Ditangkap dan 141 Aparat Terluka
Kepolisian Negara Italia melaporkan ratusan orang telah menjalani pemeriksaan identitas terkait rangkaian kerusuhan yang terjadi di sejumlah kota.
Sebanyak 197 orang ditahan sementara untuk proses identifikasi selama kerusuhan berlangsung di Milan, Bologna, Turin, dan beberapa wilayah lainnya.
Dari rangkaian penindakan tersebut, sebanyak 28 orang dilaporkan ditangkap oleh aparat keamanan.
Jumlah tersebut mencakup 12 anak di bawah umur dan enam warga negara asing yang diduga terlibat dalam kerusuhan.
Selain penangkapan, bentrokan dalam rangkaian kerusuhan tersebut juga menyebabkan 141 petugas penegak hukum mengalami luka-luka.
Data tersebut merupakan laporan kepolisian mengenai kerusuhan di sejumlah kota Italia, bukan hanya kejadian terbaru di Milan.
Kerugian Akibat Kerusuhan Diperkirakan Capai Rp26,3 Miliar
Gelombang kerusuhan yang melanda sejumlah kota Italia juga menimbulkan kerugian ekonomi akibat kerusakan fasilitas dan tempat usaha.
Asosiasi pengusaha Italia, Unimpresa, memperkirakan total kerugian akibat kerusuhan mencapai sekitar 1,3 juta euro atau setara Rp26,3 miliar.
Kerugian tersebut berkaitan dengan aksi perusakan dan penjarahan yang terjadi selama rangkaian kerusuhan.
Kerusuhan di Milan merupakan bagian dari gelombang ketegangan yang terjadi setelah aksi protes masyarakat terhadap kenaikan biaya hidup.
Hingga laporan terakhir, aparat keamanan masih disiagakan di sejumlah kawasan pusat Kota Milan meskipun kondisi di sekitar Piazza del Duomo dilaporkan telah kembali tenang.
- Penulis :
- Aditya Yohan




