HOME  ⁄  Olahraga

Jaenal Aripin Terharu Bawa Bendera Merah Putih di Asian Para Games 2026 Nagoya, Sebut Kehormatan Besar Wakili Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Jaenal Aripin Terharu Bawa Bendera Merah Putih di Asian Para Games 2026 Nagoya, Sebut Kehormatan Besar Wakili Indonesia
Foto: (Sumber :Atlet para atletik Jaenal Aripin (ketiga kiri) membawa bendera Merah Putih saat defile Kontingen Indonesia dalam pembukaan Asian Para Games 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Aichi, Jepang, Minggu (18/10/2026).(ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat).)

Pantau - Atlet para atletik Indonesia, Jaenal Aripin, mengaku terharu dan bangga setelah mendapat kehormatan membawa bendera Merah Putih saat memimpin defile kontingen Indonesia dalam upacara pembukaan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Jepang, Minggu (18/10/2026) malam.

Jaenal yang menggunakan kursi roda dipercaya menjadi pembawa bendera Indonesia dalam parade atlet dari berbagai negara Asia yang mengikuti ajang olahraga bagi penyandang disabilitas tersebut.

Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berkesan bagi Jaenal karena dirinya mendapat tanggung jawab untuk mewakili Indonesia di hadapan ribuan penonton yang memadati stadion.

"Jujur, saya merinding banget dikasih tugas untuk membawa bendera. Itu satu kehormatan dan kebanggaan untuk saya pribadi," kata Jaenal seusai upacara pembukaan.

Jaenal Aripin Bangga Membawa Nama Indonesia di Asian Para Games 2026

Jaenal mengungkapkan bahwa tugas membawa bendera Merah Putih memiliki makna mendalam karena menjadi simbol tanggung jawab untuk membawa nama bangsa dalam ajang olahraga internasional.

"Bukan karena beratnya fisik bendera yang saya bawa, tetapi saya membawa negara Indonesia, negara tercinta saya, dalam pembukaan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026," ujarnya menambahkan.

Dalam upacara pembukaan tersebut, Jaenal memimpin barisan kontingen Indonesia dengan membawa bendera Merah Putih di atas kursi rodanya.

Para atlet dan ofisial Indonesia yang mengikuti parade mengenakan busana khusus rancangan desainer Ivan Gunawan dengan tema Sekar Jagat Vijaya.

Sebanyak 47 atlet dan ofisial Indonesia mengikuti defile dengan didampingi Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun serta Ketua Kontingen atau Chef de Mission (CdM) Indonesia Reda Manthovani.

Kehadiran kontingen Indonesia dalam parade tersebut mendapat sambutan dari ribuan penonton yang menyaksikan langsung upacara pembukaan di stadion.

Sambutan Meriah Penonton Jepang Tambah Semangat Atlet Indonesia

Jaenal mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat Jepang yang memberikan sambutan meriah kepada para atlet selama berlangsungnya defile.

Menurutnya, tepuk tangan dan dukungan penonton memberikan energi positif bagi seluruh kontingen yang akan bertanding dalam Asian Para Games 2026.

"Penontonnya keren banget, antusias. Semangat positif yang mereka berikan kepada kami, tim, serta kontingen lain itu sangat berarti banget untuk memacu semangat kami bertanding," kata Jaenal.

Selain mendapatkan sambutan hangat dari penonton, Jaenal juga mengaku menikmati rangkaian pertunjukan seni yang menampilkan kekayaan budaya Jepang.

Berbagai penampilan budaya dalam upacara pembukaan tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang berkesan bagi para atlet Indonesia.

Sementara itu, Reda Manthovani mengatakan antusiasme para atlet sudah terlihat sejak mereka bersiap memasuki stadion bersama kontingen negara lain.

"Itu luar biasa, ya. Nuansa semangat dari para atlet sudah kita lihat dari antrean di luar gedung olahraga. Bahkan masuk ke gedung olahraga itu, semua peserta sangat riang gembira dan menyanyikan lagu nasional masing-masing," kata Reda.

Kontingen Indonesia Atur Jadwal Defile agar Atlet Tetap Siap Bertanding

Reda menjelaskan bahwa pemilihan atlet yang mengikuti parade pembukaan telah mempertimbangkan jadwal pertandingan masing-masing peserta.

Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan defile tidak mengganggu persiapan atlet yang akan menjalani pertandingan pada hari berikutnya.

Menurut Reda, atlet yang mengikuti upacara pembukaan diprioritaskan tidak memiliki jadwal pertandingan pada Senin (19/10/2026) pagi.

Dengan pengaturan tersebut, para atlet masih memiliki waktu yang cukup untuk kembali ke penginapan dan beristirahat sebelum bertanding.

"Yang ikut defile ini yang besok tidak akan bertanding, atau yang bertanding pun sore hari. Segera kita kembali ke penginapan masing-masing, istirahat, persiapan untuk pertandingan besok," ujarnya.

Pengaturan jadwal tersebut menjadi bagian dari persiapan kontingen Indonesia untuk menjaga kondisi fisik para atlet selama mengikuti kompetisi.

Indonesia Turunkan 103 Atlet dengan Target Tujuh Medali Emas

Indonesia mengirimkan sebanyak 103 atlet untuk mengikuti Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung hingga 24 Oktober 2026.

Para atlet tersebut akan bertanding dalam 12 cabang olahraga dengan target meraih tujuh medali emas, delapan medali perak, dan 17 medali perunggu.

Target tersebut menjadi sasaran kontingen Indonesia dalam ajang olahraga multievent bagi atlet penyandang disabilitas tingkat Asia.

Reda berharap semangat yang ditunjukkan para atlet saat mengikuti upacara pembukaan dapat terus dipertahankan sepanjang pertandingan.

Ia juga mengingatkan seluruh atlet agar tetap fokus memberikan kemampuan terbaik sekaligus menikmati setiap proses pertandingan.

"Tetap semangat. Walaupun kita sudah parade, ini adalah pembukaan, esok kita harus bertanding, bertanding, dan bertanding. Perjuangkan semaksimal mungkin, dan jangan lupa bahagia, apa pun hasilnya," kata Reda.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026