HOME  ⁄  Geopolitik

Kerusuhan Besar di Prancis Berujung Penahanan 2.397 Orang, Hampir 1.000 Aparat Terluka

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kerusuhan Besar di Prancis Berujung Penahanan 2.397 Orang, Hampir 1.000 Aparat Terluka
Foto: (Sumber :Polisi terlibat bentrokan dengan para pengunjuk rasa dalam demonstrasi memprotes kenaikan biaya hidup, tingginya harga bahan bakar, serta kondisi dana pendidikan di Paris, Prancis, Minggu (18/10/2026). (ANTARA/Anadolu/Hesham Elsherif).)

Pantau - Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan sebanyak 2.397 orang ditahan dan 997 aparat keamanan terluka dalam kerusuhan yang terjadi saat demonstrasi besar-besaran menentang kenaikan biaya hidup dan harga kebutuhan di sejumlah wilayah Prancis pada Sabtu (17/10/2026).

Dari total aparat yang terluka, tujuh orang dilaporkan mengalami cedera serius akibat bentrokan dengan demonstran.

Data tersebut disampaikan Kementerian Dalam Negeri Prancis sebagaimana dilaporkan stasiun televisi BFMTV.

Aksi demonstrasi yang berlangsung di berbagai wilayah Prancis diwarnai bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan, penjarahan, serta perusakan fasilitas.

Sebanyak 2.397 Orang Ditahan dalam Kerusuhan Prancis

Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat penahanan terhadap 2.397 orang menyusul kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (17/10/2026).

Kerusuhan berlangsung di tengah aksi protes besar-besaran yang menyoroti kenaikan biaya hidup dan harga berbagai kebutuhan masyarakat.

Situasi demonstrasi memanas setelah terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa dan petugas keamanan.

Sejumlah aksi penjarahan dan vandalisme juga dilaporkan terjadi selama kerusuhan berlangsung.

Laporan tersebut belum merinci lokasi penahanan maupun status hukum seluruh orang yang diamankan.

Hampir 1.000 Polisi dan Aparat Gendarmerie Terluka

Selain ribuan penahanan, kerusuhan tersebut mengakibatkan ratusan anggota aparat keamanan mengalami luka-luka.

Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat sebanyak 997 petugas polisi dan gendarmerie terluka dalam rangkaian bentrokan.

Dari jumlah tersebut, tujuh petugas dilaporkan mengalami luka serius.

Gendarmerie merupakan unsur aparat keamanan Prancis yang menjalankan tugas kepolisian dengan status militer.

Belum terdapat rincian lebih lanjut dalam laporan tersebut mengenai jumlah korban luka dari pihak demonstran.

Kenaikan Biaya Hidup Picu Gelombang Demonstrasi

Aksi protes besar-besaran di Prancis dipicu meningkatnya biaya hidup dan kenaikan harga di berbagai wilayah negara tersebut.

Demonstrasi juga menyoroti tingginya harga bahan bakar serta kondisi pendanaan pendidikan.

Ketegangan antara demonstran dan aparat keamanan menyebabkan aksi unjuk rasa berkembang menjadi kerusuhan.

Bentrokan, penjarahan, dan tindakan vandalisme menjadi bagian dari rangkaian insiden yang dilaporkan selama demonstrasi.

Hingga laporan tersebut disampaikan, Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat total 2.397 orang ditahan dan 997 aparat terluka, termasuk tujuh orang dalam kondisi serius.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026