HOME  ⁄  Geopolitik

Hiu Langka Bukang-i Kembali ke Kanal Busan Setelah Diselamatkan, Otoritas Korea Selatan Khawatir Kondisinya Memburuk

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Hiu Langka Bukang-i Kembali ke Kanal Busan Setelah Diselamatkan, Otoritas Korea Selatan Khawatir Kondisinya Memburuk
Foto: (Sumber :Bendera Korea Selatan (Pixabay.com).)

Pantau - Seekor hiu kelabu betina bernama Bukang-i yang menjadi perhatian publik di Korea Selatan kembali memasuki kanal di Kota Busan hanya beberapa jam setelah petugas berhasil mengarahkannya menuju laut lepas pada Rabu (21/10/2026).

Hiu dari spesies dusky shark yang terancam punah tersebut sebelumnya terjebak di kanal kawasan North Port Waterfront Park, Busan, selama lebih dari satu bulan.

Berdasarkan laporan The Korea Herald, Bukang-i kembali terlihat pada Kamis (22/10/2026) pagi di dekat pintu masuk kanal setelah berhasil melewati penghalang terapung yang dipasang petugas.

Peristiwa tersebut menjadi kali kedua hiu itu kembali memasuki kawasan kanal setelah upaya penyelamatan dilakukan.

Hiu Bukang-i Kembali ke Kanal Beberapa Jam Setelah Diselamatkan

Pihak berwenang Korea Selatan sebelumnya menyatakan operasi penyelamatan Bukang-i berhasil pada Rabu sekitar pukul 18.10 waktu setempat atau 16.10 WIB.

Namun, keberhasilan tersebut tidak berlangsung lama karena hiu itu kembali melewati penghalang terapung pada pukul 23.05 waktu setempat atau 21.05 WIB.

Kemunculan kembali Bukang-i diketahui pada Kamis pagi di sekitar pintu masuk kanal North Port Waterfront Park.

Perilaku hiu yang berulang kali kembali ke kanal membuat petugas kesulitan menentukan langkah penyelamatan berikutnya.

Otoritas setempat kini mempertimbangkan sejumlah pilihan untuk mencegah Bukang-i kembali terjebak di kawasan tersebut.

Petugas Pertimbangkan Penguatan Penghalang dan Pemindahan Hiu

Salah satu langkah yang sedang dipertimbangkan adalah memperkuat penghalang terapung di pintu masuk kanal.

Penghalang tersebut sebelumnya telah beberapa kali berhasil dilewati Bukang-i meskipun petugas berupaya mengarahkannya ke laut.

Selain memperkuat penghalang, otoritas juga mempertimbangkan penangkapan dan pemindahan hiu secara langsung menuju perairan terbuka.

Langkah tersebut dipertimbangkan karena kondisi Bukang-i dikhawatirkan semakin memburuk apabila terus berada di kanal.

Pihak berwenang juga mencermati perubahan suhu air yang semakin dingin dan berpotensi membahayakan kelangsungan hidup hiu tersebut.

Kondisi Kesehatan Bukang-i Jadi Perhatian Peneliti

Institut Nasional Ilmu Perikanan Korea Selatan atau National Institute of Fisheries Science melaporkan belum melihat Bukang-i melakukan aktivitas makan selama berada dalam pemantauan.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai kesehatan dan kemampuan hiu untuk bertahan hidup.

Petugas juga menemukan luka yang terlihat pada tubuh Bukang-i.

Rekaman yang menunjukkan hiu tersebut menabrak dinding kanal turut menambah kekhawatiran terhadap kondisi fisiknya.

Para pejabat khawatir hiu tersebut dapat mati apabila suhu air terus menurun dan kondisinya tidak segera membaik.

Hiu Langka di Busan Menarik Lebih dari 1,6 Juta Pengunjung

Bukang-i pertama kali terlihat di kawasan kanal Busan pada 18 September 2026.

Sejak kemunculannya, hiu tersebut menjadi daya tarik masyarakat yang ingin menyaksikan keberadaannya secara langsung.

Menurut laporan kantor berita Yonhap, jumlah pengunjung kawasan tersebut telah mencapai lebih dari 1,6 juta orang hingga Minggu (18/10/2026).

Sebelum operasi penyelamatan terbaru, petugas juga telah berupaya mengeluarkan Bukang-i dari kanal pada 29 September dan 2 Oktober 2026.

Namun, kedua upaya sebelumnya tidak membuahkan hasil.

Pihak berwenang kini masih mempertimbangkan langkah penanganan lanjutan untuk membawa Bukang-i kembali ke habitat laut yang lebih sesuai dengan kebutuhannya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026