HOME  ⁄  Geopolitik

Rusia Berlakukan Gencatan Senjata di Kherson Mulai 27 Oktober 2026 untuk Amankan Operasi Kemanusiaan di Alyoshki

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rusia Berlakukan Gencatan Senjata di Kherson Mulai 27 Oktober 2026 untuk Amankan Operasi Kemanusiaan di Alyoshki
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Asap membubung saat petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di pusat logistik Wildberries menyusul serangan pesawat nirawak Ukraina di wilayah Ryazan, Rusia, (29/7/2026). ANTARA/Anadolu/Ukraine Online..)

Pantau - Angkatan Bersenjata Rusia memberlakukan gencatan senjata di sektor Kherson mulai Selasa (27/10/2026) pukul 04.00 waktu Moskow untuk mempersiapkan operasi kemanusiaan di wilayah Alyoshki, menurut pengumuman Kementerian Pertahanan Rusia.

Penghentian tembakan tersebut bertujuan menjamin keselamatan warga sipil serta memfasilitasi pengiriman makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok ke kawasan tersebut.

Kepala Staf Umum Rusia sekaligus Wakil Menteri Pertahanan, Valery Gerasimov, sebelumnya mengumumkan rencana penghentian tembakan untuk mendukung pelaksanaan operasi kemanusiaan.

Rusia Hentikan Tembakan untuk Membuka Akses Kemanusiaan

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan gencatan senjata mulai berlaku pada Selasa dini hari waktu setempat.

"Dalam rangka mempersiapkan operasi kemanusiaan di sekitar pemukiman Alyoshki, Wilayah Kherson, Angkatan Bersenjata Federasi Rusia telah menghentikan tembakan di sektor Kherson dan menerapkan rezim gencatan senjata, yang berlaku mulai pukul 04.00 waktu Moskow pada 27 Oktober 2026," menurut pernyataan kementerian tersebut.

Gerasimov menjelaskan bahwa pasukan Rusia akan melakukan pemeriksaan teknis terhadap jalur yang digunakan untuk mengirimkan bantuan.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan konvoi kemanusiaan dapat melintasi jalur menuju Alyoshki dengan aman.

Rusia juga berencana memfasilitasi perjalanan kendaraan yang membawa pasokan penting bagi penduduk setempat.

Rusia Klaim Temukan Ratusan Ranjau di Jalur Menuju Alyoshki

Sebelumnya, pada Senin (26/10/2026), Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa unit kelompok pasukan Dnepr melakukan pemeriksaan teknis setiap hari di sepanjang jalur utama menuju Alyoshki.

Kegiatan tersebut mencakup pembersihan bahan peledak dan jebakan yang berpotensi membahayakan warga maupun kendaraan pengangkut bantuan.

Kementerian Pertahanan Rusia menuding pasukan Ukraina telah melakukan penembakan artileri terhadap jalan dan akses menuju Alyoshki selama lebih dari dua tahun.

Rusia juga mengeklaim Ukraina menggunakan pesawat nirawak atau drone untuk menyerang kendaraan serta memasang ranjau dari jarak jauh.

Menurut kementerian tersebut, tindakan itu menghambat evakuasi warga sipil dan distribusi makanan, obat-obatan, serta kebutuhan pokok.

Pada periode 19–26 Oktober 2026, Rusia mencatat dugaan 18 serangan artileri dan lebih dari 120 serangan pesawat nirawak terhadap Alyoshki serta jalan utama menuju permukiman itu.

Dalam periode yang sama, unit teknik kelompok pasukan Dnepr dilaporkan telah menetralisasi lebih dari 300 bahan peledak dan ranjau.

Seluruh angka serangan dan tuduhan terhadap Ukraina tersebut merupakan klaim Kementerian Pertahanan Rusia.

Kremlin Berharap Ukraina Patuhi Gencatan Senjata

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan Rusia berharap Ukraina mematuhi kesepakatan yang dicapai untuk mendukung operasi kemanusiaan di Alyoshki.

Menurut Peskov, pelaksanaan gencatan senjata diperlukan agar pengiriman bantuan dan perlindungan warga sipil dapat berjalan.

Ia juga menyebut mekanisme penghentian tembakan di Alyoshki berpotensi menjadi contoh bagi pengaturan serupa di wilayah konflik lainnya.

Peskov menilai mekanisme tersebut dapat digunakan untuk mendukung operasi kemanusiaan di sektor lain yang oleh Rusia disebut sebagai zona operasi militer khusus.

Hingga pengumuman tersebut, informasi mengenai pelaksanaan gencatan senjata dan kondisi keamanan jalur kemanusiaan yang disampaikan dalam laporan ini bersumber dari otoritas Rusia.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026