HOME  ⁄  Geopolitik

Donald Trump Imbau Warga Amerika Serikat Tak Berkunjung ke Prancis di Tengah Gelombang Demonstrasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Donald Trump Imbau Warga Amerika Serikat Tak Berkunjung ke Prancis di Tengah Gelombang Demonstrasi
Foto: (Sumber :Arsip - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. (ANTARA/Anadolu).)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengimbau warga negaranya untuk tidak melakukan perjalanan ke Prancis di tengah gelombang aksi demonstrasi yang berlangsung sejak pertengahan September 2026 dan meluas ke sejumlah wilayah Eropa.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam kegiatan kampanye di Texas, Amerika Serikat, menyusul aksi protes yang terjadi di Prancis akibat ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi pendidikan dan kenaikan harga.

"Jangan pergi ke Prancis, kecuali kalau Anda menyukai revolusi," kata Trump dalam kampanye tersebut.

Imbauan Trump muncul setelah demonstrasi yang awalnya dilakukan pelajar sekolah menengah di pinggiran Paris berkembang menjadi aksi protes yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.

Demonstrasi di Prancis Bermula dari Protes Pelajar

Gelombang demonstrasi di Prancis bermula pada pertengahan September 2026 ketika sejumlah siswa sekolah menengah menggelar aksi di kawasan pinggiran Paris.

Para pelajar turun ke jalan untuk menuntut perbaikan kondisi sekolah yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah.

Aksi tersebut kemudian mendapat dukungan dari kelompok masyarakat yang menyuarakan ketidakpuasan terhadap kenaikan harga di Prancis.

Bergabungnya berbagai kelompok masyarakat membuat demonstrasi berkembang dari tuntutan sektor pendidikan menjadi protes yang mencakup persoalan ekonomi.

Gelombang aksi tersebut menjadi perhatian setelah demonstrasi tidak lagi terbatas pada kalangan pelajar, tetapi turut melibatkan masyarakat dengan tuntutan yang lebih luas.

Gelombang Protes Meluas hingga Spanyol, Italia, dan Austria

Aksi demonstrasi yang bermula di Prancis dilaporkan meluas ke sejumlah negara Eropa lainnya, termasuk Spanyol, Italia, dan Austria.

Perkembangan tersebut terjadi setelah protes mengenai kondisi pendidikan dan kenaikan harga mendapat perhatian dari berbagai kelompok masyarakat.

Di tengah situasi tersebut, Trump menyampaikan imbauan agar warga Amerika Serikat menahan diri untuk tidak mengunjungi Prancis.

Pernyataan Presiden AS itu menyoroti kondisi demonstrasi yang sedang berlangsung di negara tersebut.

Namun, informasi yang tersedia belum menjelaskan apakah imbauan Trump telah diikuti penerbitan peringatan perjalanan resmi oleh pemerintah Amerika Serikat.

Trump Soroti Situasi Prancis di Tengah Aksi Massa

Pernyataan Trump disampaikan ketika Prancis menghadapi aksi protes yang telah berlangsung sejak September 2026.

Gelombang demonstrasi tersebut bermula dari tuntutan perbaikan fasilitas dan kondisi pendidikan sebelum berkembang dengan bergabungnya kelompok masyarakat yang mempersoalkan kenaikan harga.

Hingga laporan ini disampaikan, belum terdapat informasi lebih lanjut mengenai tanggapan resmi pemerintah Prancis terhadap pernyataan Trump.

Belum ada pula keterangan mengenai dampak langsung imbauan tersebut terhadap perjalanan warga Amerika Serikat menuju Prancis.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026