
Pantau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu bersama PT PLN (Persero) UP3 Bandengan berhasil merampungkan perbaikan kabel listrik bawah laut pada jalur Tanjung Pasir-Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan, untuk memperkuat keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
Perbaikan tersebut dilakukan melalui Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Kepulauan Seribu setelah ditemukan gangguan pada jaringan kabel laut sejak September 2026.
Kepala Suku Dinas Nakertransgi Kepulauan Seribu, Togas Braini, memastikan proses penyambungan kabel telah selesai dan jaringan tersebut kembali dapat digunakan sebagai jalur cadangan distribusi listrik antarpulau.
"Alhamdulillah, perbaikan sudah rampung, dan ini bagian dari upaya menjaga kesinambungan layanan kelistrikan bagi masyarakat,” kata Togas di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, kabel yang telah diperbaiki juga sudah melewati proses pengujian pemberian tegangan atau energize untuk memastikan jaringan dapat kembali berfungsi.
PLN Pastikan Pasokan Listrik Pulau Untung Jawa Tetap Terjaga Selama Perbaikan
Togas menjelaskan bahwa perbaikan kabel laut dilakukan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan yang melayani masyarakat di wilayah Kepulauan Seribu.
Selama proses penanganan gangguan berlangsung, petugas melakukan pengaturan jaringan agar penyaluran listrik kepada pelanggan tidak terganggu.
"Hal ini dilakukan melalui manuver jaringan untuk menjaga kontinuitas penyaluran listrik," ujar Togas.
Manuver jaringan tersebut memungkinkan petugas mengatur konfigurasi distribusi listrik selama jalur kabel laut yang mengalami kerusakan menjalani pemeriksaan dan perbaikan.
Setelah proses penyambungan selesai, kabel laut pada segmen Tanjung Pasir-Pulau Untung Jawa kembali berfungsi sebagai jalur cadangan untuk memperkuat sistem kelistrikan antarpulau.
Pemkab Kepulauan Seribu memastikan pasokan listrik kepada masyarakat tetap terjaga sejak penanganan awal gangguan hingga proses perbaikan selesai dilakukan.
Gangguan Kabel Laut Terdeteksi Sejak September 2026
Kepala Seksi Energi Suku Dinas Nakertransgi Kepulauan Seribu, Parulian Simanjuntak, menjelaskan bahwa gangguan jaringan kabel laut pertama kali terjadi pada September 2026.
Gangguan tersebut terjadi pada penyulang, yakni jaringan penghubung yang menyalurkan listrik tegangan menengah 20 kilovolt (kV) dari Gardu Induk menuju Gardu Hubung sebelum didistribusikan kepada pelanggan.
Saat gangguan terjadi, sistem pengaman jaringan bekerja untuk melindungi peralatan kelistrikan dari potensi kerusakan lebih lanjut.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dengan mengukur tahanan isolasi kabel menggunakan alat megger dari Gardu Teluk Naga atau Tanjung Pasir.
Hasil pemeriksaan menunjukkan nilai tahanan isolasi pada fasa pertama dan kedua berada di atas 100 megaohm, sedangkan fasa ketiga tercatat sebesar 0 megaohm.
Perbedaan nilai tersebut mengindikasikan adanya gangguan pada salah satu fasa kabel listrik bawah laut.
"Langkah awal dilakukan melalui manuver jaringan untuk memulihkan konfigurasi penyulang, dilanjutkan pemeriksaan gardu hubung dan distribusi guna memastikan seluruh peralatan berfungsi normal," tutur Parulian.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari langkah teknis untuk memastikan jaringan distribusi tetap dapat beroperasi selama proses pencarian lokasi kerusakan.
Titik Kerusakan Ditemukan 2.940 Meter dari Gardu Tanjung Pasir
Parulian mengungkapkan proses pencarian titik gangguan kabel laut mulai dilakukan pada Oktober 2026 setelah pemeriksaan awal menunjukkan adanya masalah pada jaringan.
Berdasarkan hasil pelacakan, petugas menemukan lokasi kerusakan sekitar 2.940 meter dari Gardu Hubung P1000 di Tanjung Pasir.
Setelah lokasi gangguan diketahui, petugas melanjutkan penanganan dengan melakukan penyambungan kabel laut yang mengalami kerusakan.
Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan pengujian untuk memastikan kondisi kabel memenuhi persyaratan sebelum kembali digunakan.
"Setelah titik gangguan ditemukan, penyambungan kabel laut dilakukan. Kabel kemudian diuji dan diberi tegangan untuk memastikan dapat kembali beroperasi sebagai jalur cadangan," ungkap Parulian.
Dengan rampungnya perbaikan tersebut, jalur kabel laut Tanjung Pasir-Pulau Untung Jawa kembali tersedia sebagai jaringan cadangan untuk mendukung keandalan distribusi listrik.
Pemkab Kepulauan Seribu bersama PLN terus berupaya menjaga kesinambungan layanan kelistrikan agar kebutuhan energi masyarakat di Pulau Untung Jawa tetap terpenuhi.
- Penulis :
- Aditya Yohan




