HOME  ⁄  Lifestyle

enelitian Ungkap Pola Makan Sehat, Olahraga, dan Tidur Cukup Bantu Atasi Stres

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

enelitian Ungkap Pola Makan Sehat, Olahraga, dan Tidur Cukup Bantu Atasi Stres
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Konsumsi makanan berserat. ANTARA/Freepik/am..)

Pantau - Penelitian terbaru dari Binghamton University mengungkapkan bahwa kebiasaan sarapan sehat, rutin berolahraga, dan tidur malam yang cukup berkaitan dengan peningkatan kemampuan seseorang dalam mengelola stres serta menghadapi tekanan kehidupan sehari-hari.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pola makan dan gaya hidup sehat tidak hanya berhubungan dengan kondisi fisik, tetapi juga dengan fleksibilitas psikologis yang membantu seseorang menyesuaikan pikiran, emosi, dan perilaku ketika menghadapi situasi sulit.

Profesor studi kesehatan dan kebugaran Binghamton University sekaligus penulis utama penelitian, Lina Begdache, PhD, menjelaskan bahwa kebiasaan sehat berperan dalam membangun kemampuan seseorang untuk menghadapi berbagai tantangan.

“Keduanya membantu membangun fleksibilitas psikologis yang kemudian menjadikan seseorang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan,” kata Begdache sebagaimana dilaporkan RealSimple pada Sabtu (24/10/2026).

Temuan tersebut diperoleh melalui penelitian yang melibatkan 400 mahasiswa untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sehari-hari, fleksibilitas psikologis, dan ketahanan mental.

Penelitian Binghamton University Ungkap Kebiasaan Sehat Berkaitan dengan Ketahanan Mental

Dalam penelitian tersebut, para peneliti melakukan survei anonim terhadap 400 mahasiswa dengan mengumpulkan informasi mengenai pola makan, durasi tidur, aktivitas olahraga, dan faktor gaya hidup lainnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten berkaitan dengan peningkatan fleksibilitas psikologis.

Kebiasaan tersebut meliputi sarapan setidaknya lima kali dalam seminggu, tidur minimal enam jam setiap malam, berolahraga selama 20 menit atau lebih setiap hari, serta mengonsumsi minyak ikan secara rutin.

Para peneliti menemukan bahwa peserta yang menjalankan kebiasaan sehat tersebut cenderung memiliki kemampuan lebih baik dalam menyesuaikan diri terhadap tekanan emosional.

Fleksibilitas psikologis sendiri merupakan kemampuan seseorang untuk mengelola pikiran, emosi, dan perilaku secara sehat ketika menghadapi perubahan keadaan.

Begdache menjelaskan bahwa seseorang dengan fleksibilitas psikologis yang baik tetap dapat merasakan stres, tetapi memiliki kemampuan lebih besar untuk mengendalikan respons terhadap situasi tersebut.

Sebagai contoh, seseorang yang tertinggal pesawat mungkin tetap mengalami tekanan emosional, tetapi mampu berpikir lebih tenang dan mencari langkah berikutnya daripada langsung panik.

“Orang tersebut mungkin tetap merasa stres, tetapi lebih mampu mengelolanya berkat fleksibilitas psikologis,” kata Lina Begdache.

Meski menunjukkan hubungan antara kebiasaan sehat dan ketahanan mental, penelitian berbasis survei tersebut tidak secara langsung membuktikan bahwa perubahan pola makan atau gaya hidup menjadi penyebab peningkatan fleksibilitas psikologis.

Kurang Tidur dan Sering Konsumsi Makanan Cepat Saji Berkaitan dengan Kesulitan Mengelola Stres

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa fleksibilitas psikologis yang rendah berkaitan dengan sejumlah kebiasaan yang kurang mendukung kesehatan.

Kebiasaan tersebut antara lain sering mengonsumsi makanan cepat saji dan tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup.

Menurut Begdache, seseorang dengan fleksibilitas psikologis rendah dapat mengalami kesulitan mengambil jarak dari tekanan emosional yang sedang dirasakan.

Kondisi tersebut membuat individu cenderung larut dalam perasaan stres sehingga lebih sulit memahami persoalan dan menentukan langkah penyelesaian.

“Kita seakan-akan menjalani stres itu sepenuhnya. Namun, fleksibilitas psikologis ibarat mengambil langkah mundur dan berpikir, ‘saya merasakan ini karena hal tersebut. Apa yang bisa saya lakukan?’. Mengenali emosi terkadang membantu kita menemukan solusi atas emosi yang dirasakan,” kata Begdache.

Kemampuan mengenali emosi dinilai penting karena membantu seseorang memahami penyebab tekanan dan mempertimbangkan apakah persoalan yang dihadapi memiliki solusi.

Penelitian tersebut mengaitkan kemampuan mengelola emosi secara proaktif dengan penerapan rutinitas sehat yang dilakukan secara konsisten.

Sarapan Sehat dan Olahraga Rutin Bisa Menjadi Langkah Awal Mengelola Stres

Begdache menilai penerapan kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi langkah awal untuk mendukung kesehatan mental.

Salah satu kebiasaan yang disoroti adalah mengonsumsi sarapan sehat secara teratur sebelum memulai aktivitas.

Selain sarapan, aktivitas fisik selama sedikitnya 20 menit setiap hari juga termasuk kebiasaan yang berkaitan dengan fleksibilitas psikologis lebih baik dalam penelitian tersebut.

Menjaga waktu tidur yang cukup turut menjadi perhatian karena kualitas dan keteraturan istirahat berhubungan dengan kemampuan seseorang menghadapi tekanan.

Penelitian itu juga mencatat hubungan antara konsumsi minyak ikan secara rutin dan fleksibilitas psikologis, meskipun temuan tersebut tidak berarti setiap orang perlu mengonsumsi suplemen minyak ikan untuk mengatasi stres.

Para peneliti menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan kebiasaan sehat sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fisik dan mental.

Melalui temuan tersebut, masyarakat dapat mempertimbangkan perubahan sederhana dalam rutinitas harian, seperti membiasakan sarapan bergizi, berolahraga secara teratur, dan menjaga kecukupan tidur.

Kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mendukung kesehatan mental, meskipun tidak menggantikan penanganan profesional bagi seseorang yang mengalami stres berat atau berkepanjangan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026