
Pantau - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyiagakan sebanyak 1.249 personel untuk mengatur arus kendaraan dan mengantisipasi kemacetan akibat aksi unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah titik wilayah Jakarta pada Rabu (28/10/2026).
Ribuan personel tersebut dikerahkan untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama kegiatan penyampaian pendapat oleh berbagai elemen masyarakat, khususnya di kawasan yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Firman Darmansyah mengatakan pihak kepolisian telah menyiapkan personel sekaligus skema pengalihan arus kendaraan apabila terjadi peningkatan kepadatan lalu lintas.
"Khusus Lantas, ada 1.249 personel yang disiagakan," kata Firman saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Pengamanan lalu lintas tersebut dilakukan menyusul adanya agenda aksi massa di sejumlah lokasi strategis ibu kota, termasuk kawasan DPR/MPR RI, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Monumen Nasional (Monas), dan Tugu Tani.
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Sudirman-Thamrin
Firman menjelaskan Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan selama berlangsungnya aksi unjuk rasa.
Salah satu jalur yang menjadi perhatian kepolisian adalah kawasan Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, terutama arus kendaraan dari arah selatan menuju utara.
Namun, penerapan pengalihan arus tidak dilakukan secara otomatis karena petugas akan terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan perkembangan situasi di lapangan.
"Rekayasa lalu lintas situasional saja. (Skema pengalihan) sudah siap, terutama di jalur Sudirman-Thamrin arah dari selatan menuju utara," ujar Firman.
Menurutnya, pengaturan kendaraan akan dilakukan secara dinamis agar aktivitas masyarakat tetap dapat berlangsung di tengah kegiatan penyampaian pendapat.
Petugas lalu lintas yang disiagakan juga bertugas memberikan arahan kepada pengendara apabila diperlukan pengalihan jalur untuk mengurangi kepadatan kendaraan.
Empat Kawasan Jakarta Berpotensi Mengalami Kemacetan
Aksi penyampaian pendapat oleh elemen masyarakat dijadwalkan berlangsung pada Rabu (28/10/2026), mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Berdasarkan informasi yang disampaikan sebelumnya, terdapat empat kawasan yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas akibat kegiatan tersebut.
Keempat lokasi tersebut meliputi kawasan Gedung DPR/MPR RI, Bundaran HI, Monas, serta Tugu Tani di Jakarta Pusat.
Kegiatan massa di sejumlah lokasi itu diperkirakan dapat memengaruhi kelancaran arus kendaraan, terutama pada ruas jalan yang menjadi akses utama menuju titik demonstrasi.
Kepolisian telah mengantisipasi kemungkinan tersebut dengan menyiapkan personel dan skema pengaturan lalu lintas sesuai kebutuhan.
Meski demikian, belum ada kepastian mengenai ruas jalan yang akan ditutup karena keputusan rekayasa lalu lintas bergantung pada kondisi di lapangan.
Masyarakat Diimbau Gunakan Jalur Alternatif Selama Demonstrasi
Ditlantas Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat yang akan beraktivitas di Jakarta untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemacetan selama aksi unjuk rasa berlangsung.
Pengendara disarankan menghindari kawasan yang menjadi lokasi konsentrasi massa apabila tidak memiliki kepentingan mendesak di wilayah tersebut.
Masyarakat juga diminta mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif serta mengatur waktu perjalanan agar tidak terjebak dalam kepadatan kendaraan.
Selain itu, pengguna jalan diharapkan mematuhi petunjuk dan arahan petugas kepolisian yang berjaga di sejumlah ruas jalan.
Pengaturan lalu lintas secara situasional akan diterapkan apabila kondisi di sekitar lokasi demonstrasi membutuhkan pengalihan arus kendaraan.
Dengan penyiagaan 1.249 personel tersebut, Polda Metro Jaya berupaya menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pengamanan kegiatan penyampaian pendapat di ibu kota.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




