HOME  ⁄  Geopolitik

Donald Trump Tuduh Pilpres Brasil 2026 Sarat Kecurangan Setelah Flavio Bolsonaro Kalah dari Lula da Silva

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Donald Trump Tuduh Pilpres Brasil 2026 Sarat Kecurangan Setelah Flavio Bolsonaro Kalah dari Lula da Silva
Foto: (Sumber :Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Xinhua/Media Resmi Pemerintah Israel/am..)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding adanya kecurangan dalam pemilihan presiden (pilpres) Brasil 2026 setelah kandidat sayap kanan Flavio Bolsonaro kalah dari Presiden petahana Luiz Inacio Lula da Silva pada putaran kedua pemilu yang berlangsung Minggu (25/10/2026).

Tuduhan tersebut disampaikan Trump saat menghadiri kegiatan kampanye di Texas, Amerika Serikat, menyusul kemenangan Lula da Silva dalam kontestasi politik Brasil.

"Mereka (Partai Demokrat AS) adalah para pelaku kecurangan pemilu terbesar, walaupun Brasil juga melakukan pekerjaan cukup baik, bukan? Apakah Anda melihat yang itu? Itu tidak bagus," kata Trump dalam kampanye tersebut.

Pernyataan Trump muncul di tengah polemik hasil pemilihan presiden Brasil setelah Flavio Bolsonaro sempat menolak mengakui kekalahannya dan berencana menggugat hasil pemilu.

Flavio Bolsonaro Sempat Tolak Hasil Pilpres Brasil

Pemilihan presiden Brasil putaran kedua berlangsung pada Minggu (25/10/2026) dengan mempertemukan Presiden petahana Luiz Inacio Lula da Silva dan kandidat sayap kanan Flavio Bolsonaro.

Hasil pemungutan suara menetapkan Lula da Silva sebagai pemenang sekaligus memastikan keberlanjutan kepemimpinannya di Brasil.

Namun, Flavio Bolsonaro pada awalnya menyatakan tidak bersedia menerima hasil pemilihan tersebut dan berencana mengajukan gugatan hukum.

Menurut laporan surat kabar Brasil, Folha de S.Paulo, Bolsonaro kemudian membatalkan rencana gugatan setelah mendapat masukan dari pendukung dan tim pengacaranya.

Keputusan tersebut diambil setelah muncul pertimbangan mengenai lemahnya dasar hukum gugatan serta potensi risiko terhadap lembaga-lembaga negara apabila tuntutan tetap dilanjutkan.

Meski demikian, tuduhan kecurangan yang disampaikan Trump turut menjadi perhatian dalam perkembangan politik Brasil setelah pemilihan presiden.

Pernyataan Trump tersebut merupakan tuduhan yang belum disertai bukti kecurangan dalam informasi yang dilaporkan.

Pengadilan Brasil Perintahkan Bolsonaro Serahkan Paspor

Di tengah polemik hasil pemilu, Flavio Bolsonaro juga menghadapi persoalan hukum terkait penyelidikan dugaan pencucian uang.

Berdasarkan laporan portal berita Brasil G1, pengadilan setempat pada Senin (26/10/2026) memerintahkan Bolsonaro menyerahkan paspornya sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Perintah tersebut berkaitan dengan penyelidikan kasus dugaan pencucian uang yang sedang ditangani otoritas hukum Brasil.

Bolsonaro membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya dan menyebut laporan mengenai kasus tersebut sebagai "berita palsu".

Perkembangan kasus hukum tersebut terjadi tidak lama setelah Bolsonaro mengalami kekalahan dalam pemilihan presiden putaran kedua.

Flavio Bolsonaro Dilaporkan Tinggalkan Brasil, AS Siapkan Visa

Situasi politik Brasil kembali menjadi perhatian setelah Flavio Bolsonaro dilaporkan meninggalkan negaranya pada Selasa (27/10/2026).

Kepergian tersebut terjadi sehari setelah muncul laporan mengenai perintah pengadilan agar dirinya menyerahkan paspor terkait penyelidikan dugaan pencucian uang.

Pada saat bersamaan, Gedung Putih menyatakan Amerika Serikat akan mengeluarkan visa bagi Flavio Bolsonaro beserta keluarganya.

Namun, laporan tersebut belum menjelaskan secara terperinci tujuan perjalanan Bolsonaro maupun keterkaitannya dengan proses hukum yang sedang berlangsung.

Pernyataan pemerintah Amerika Serikat mengenai penerbitan visa muncul setelah Trump secara terbuka mempertanyakan integritas pemilihan presiden Brasil.

Sementara itu, Luiz Inacio Lula da Silva tetap menjadi pemenang pilpres Brasil putaran kedua berdasarkan hasil pemilihan yang dilaporkan.

Perkembangan politik dan proses hukum yang melibatkan Flavio Bolsonaro menjadi perhatian setelah pemilihan presiden Brasil 2026.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026