
Pantau - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan agar Venezuela bergabung menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat dengan mengubah sistem pemerintahannya dari kepemimpinan presiden menjadi gubernur yang dipilih melalui pemilihan.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam kegiatan kampanye di Texas, Amerika Serikat, pada Selasa (27/10/2026), di tengah perkembangan hubungan politik, militer, dan ekonomi antara Washington dan Caracas.
"Mari kita jadikan Venezuela sebagai negara bagian ke-51. Daripada presiden, kita akan mengadakan pemilihan untuk gubernur," kata Trump dalam kampanye di Texas, Selasa (27/10/2026).
Usulan tersebut menambah daftar pernyataan Trump mengenai kemungkinan perluasan wilayah Amerika Serikat yang saat ini memiliki 50 negara bagian.
Meski demikian, belum terdapat informasi mengenai adanya kesepakatan resmi antara Amerika Serikat dan Venezuela untuk mengubah status kenegaraan Venezuela.
Trump Sebelumnya Usulkan Kanada dan Greenland Bergabung dengan AS
Gagasan menjadikan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 bukan kali pertama disampaikan Trump terkait kemungkinan penambahan wilayah Amerika Serikat.
Sebelumnya, Trump beberapa kali mengemukakan gagasan agar Kanada bergabung dengan Amerika Serikat sebagai negara bagian baru.
Dalam sejumlah kesempatan, Trump bahkan menyebut Kanada berpotensi menjadi negara bagian ke-51 apabila bergabung dengan Amerika Serikat.
Selain Kanada, Trump juga pernah mengemukakan gagasan mengenai Greenland sebagai wilayah yang berpotensi menjadi bagian dari Amerika Serikat.
Venezuela kini kembali menjadi perhatian setelah Trump secara terbuka mengusulkan perubahan status negara tersebut menjadi bagian dari sistem pemerintahan Amerika Serikat.
AS Tangkap Nicolas Maduro dalam Operasi Militer di Caracas
Pernyataan terbaru Trump mengenai Venezuela muncul setelah hubungan kedua negara mengalami perubahan besar sejak operasi militer Amerika Serikat di Caracas pada awal 2026.
Pada 3 Januari 2026, Amerika Serikat melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Caracas, ibu kota Venezuela.
Operasi tersebut berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, oleh pihak Amerika Serikat.
Setelah penangkapan tersebut, Maduro dan istrinya dibawa ke New York untuk menjalani proses hukum berdasarkan undang-undang Amerika Serikat.
Maduro menghadapi tuduhan "narkoterorisme" dalam proses hukum yang dilakukan otoritas Amerika Serikat.
Menyusul penangkapan Maduro, Mahkamah Agung Venezuela kemudian menunjuk Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara untuk menjalankan pemerintahan negara tersebut.
Perubahan kepemimpinan itu berlangsung di tengah meningkatnya keterlibatan Amerika Serikat dalam perkembangan politik dan ekonomi Venezuela.
Amerika Serikat Perluas Kendali terhadap Industri Minyak Venezuela
Sejak operasi militer pada Januari 2026, Amerika Serikat dilaporkan menerapkan kendali ketat terhadap industri minyak Venezuela, termasuk dalam pengaturan aliran energi dari negara tersebut.
Kebijakan Washington terhadap sektor energi Venezuela juga diarahkan untuk meningkatkan keterlibatan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dalam pengembangan cadangan minyak negara tersebut.
Langkah itu disebut bertujuan mengalihkan aliran energi Venezuela sekaligus membatasi pengaruh negara-negara pesaing Amerika Serikat dalam sektor energi.
Amerika Serikat dan Venezuela juga dilaporkan telah mencapai kesepakatan untuk memperluas keterlibatan perusahaan serta kepentingan AS dalam industri minyak Venezuela.
Kesepakatan tersebut diarahkan untuk menghidupkan kembali produksi minyak Venezuela dan memodernisasi berbagai fasilitas yang digunakan dalam kegiatan industri energi.
Pengembangan sektor minyak menjadi salah satu bagian penting dalam hubungan ekonomi kedua negara setelah perubahan politik yang terjadi di Venezuela pada awal 2026.
Di tengah perkembangan tersebut, Trump kembali mengemukakan gagasan menjadikan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 Amerika Serikat dengan sistem pemerintahan yang dipimpin gubernur.
Namun, pernyataan Trump dalam kampanye di Texas tersebut belum disertai informasi mengenai mekanisme resmi maupun kesepakatan untuk menjadikan Venezuela sebagai bagian dari Amerika Serikat.
- Penulis :
- Shila Glorya




