
Pantau - Angkatan Bersenjata Yaman menyelidiki dugaan penggunaan proyektil yang mengandung zat beracun oleh kelompok Houthi di Provinsi Taiz setelah muncul laporan warga sipil dan sejumlah pejuang mengalami gejala keracunan serta sesak napas.
Kementerian Pertahanan Yaman menyatakan penyelidikan dilakukan untuk memastikan kandungan zat dalam proyektil tersebut, mendokumentasikan dampaknya, dan mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat dalam penyediaannya.
Dalam pernyataan pada Kamis (29/10/2026), kementerian menegaskan laporan dari garis depan pertempuran di Taiz ditanggapi secara serius karena berkaitan dengan keselamatan warga sipil dan kemungkinan penggunaan metode peperangan yang dilarang.
Militer Yaman Usut Dugaan Penggunaan Bahan Beracun oleh Houthi
Kementerian Pertahanan Yaman meminta penyelidikan segera terhadap laporan lapangan mengenai proyektil yang diduga mengandung bahan beracun di wilayah konflik Taiz.
Laporan tersebut menyebutkan sejumlah warga sipil dan pejuang mengalami gangguan kesehatan berupa dugaan keracunan dan kesulitan bernapas setelah insiden yang dikaitkan dengan serangan Houthi.
Namun, jenis zat yang diduga digunakan serta penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih harus dipastikan melalui penyelidikan.
Pemerintah Yaman juga meminta petugas terkait mendokumentasikan dampak insiden dan menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penyediaan bahan tersebut.
Hingga laporan ini disampaikan, dugaan penggunaan zat beracun tersebut belum dinyatakan terbukti melalui hasil penyelidikan yang dipublikasikan.
Pemerintah Yaman Soroti Serangan terhadap Warga Sipil di Taiz
Militer Yaman menyatakan laporan dugaan penggunaan bahan beracun muncul ketika serangan terhadap wilayah Taiz masih berlangsung.
Menurut pihak militer, serangan tersebut mencakup tembakan penembak jitu dan penembakan artileri yang disebut menyasar kawasan permukiman.
Militer Yaman juga menuding kelompok Houthi melakukan pemblokiran sejumlah jalur yang menghambat akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar.
Pembatasan tersebut disebut berdampak pada distribusi air, makanan, obat-obatan, dan berbagai pasokan penting bagi warga sipil.
Angkatan Bersenjata Yaman memperingatkan Houthi agar tidak menjadikan warga sipil sebagai sasaran maupun menggunakan metode peperangan yang dilarang oleh hukum internasional.
Pihak militer menegaskan perlindungan masyarakat serta upaya mengakhiri pengepungan di Taiz merupakan tanggung jawab negara dan angkatan bersenjata.
Pemerintah Yaman menyatakan akan mengambil langkah yang diperlukan sesuai kewajiban konstitusional dan ketentuan hukum humaniter internasional.
Yaman Desak PBB Selidiki Dugaan Pelanggaran dan Buka Akses Bantuan
Kementerian Pertahanan Yaman mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi internasional terkait untuk mendukung penyelidikan atas dugaan penggunaan bahan beracun di Taiz.
Pemerintah Yaman juga meminta perhatian internasional terhadap berbagai dugaan pelanggaran yang dikaitkan dengan kelompok Houthi selama konflik berlangsung.
Selain penyelidikan, Yaman mendesak peningkatan tekanan internasional untuk membuka kembali jalur transportasi yang terhambat akibat konflik.
Pembukaan akses tersebut dinilai penting agar bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat tanpa hambatan.
Kementerian Pertahanan Yaman turut memperingatkan bahwa pihak yang terbukti bertanggung jawab atas serangan terhadap warga sipil, termasuk para komandannya, harus menghadapi pertanggungjawaban hukum.
Konflik Taiz Kembali Memanas Setelah Lebih dari Satu Dekade
Provinsi Taiz merupakan salah satu wilayah strategis yang menjadi pusat pertempuran antara pasukan Pemerintah Yaman dan kelompok Houthi selama lebih dari sepuluh tahun.
Sejak 2015, Houthi mempertahankan posisi di sejumlah wilayah sekitar Taiz, sementara pasukan pemerintah terus berupaya menguasai kawasan tersebut.
Konflik berkepanjangan menyebabkan pembatasan akses melalui sejumlah jalan utama dan memperburuk kondisi kemanusiaan masyarakat.
Dalam beberapa pekan terakhir, pertempuran kembali meningkat setelah pasukan yang berafiliasi dengan pemerintah dan didukung koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan operasi militer terhadap posisi Houthi.
Operasi tersebut dilaporkan berlangsung di Taiz dan sejumlah provinsi lainnya.
Peningkatan pertempuran terjadi bersamaan dengan kembali memanasnya hubungan antara Houthi dan Arab Saudi, yang masing-masing melaporkan serangan serta operasi militer di Yaman dan kawasan sekitarnya.
Di tengah eskalasi tersebut, penyelidikan dugaan penggunaan proyektil beracun menjadi perhatian Pemerintah Yaman, terutama terkait perlindungan warga sipil dan kemungkinan pelanggaran hukum humaniter internasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




