HOME  ⁄  Nasional

Pramono Anung Bakal Sulap Pasar Baru Jadi Wisata Kuliner 24 Jam Mirip Myeongdong Korea Selatan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pramono Anung Bakal Sulap Pasar Baru Jadi Wisata Kuliner 24 Jam Mirip Myeongdong Korea Selatan
Foto: (Sumber :Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tengah) berbincang dengan Wali Kota Jakarta Pusat Arifin (kiri), Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo (kedua kanan) dan Ketua Asosiasi Pedagang Ritel Pasar Baru Haresh Hiro Sadhwani (kanan) saat meninjau kawasan Pasar Baru, Jakarta, Kamis (19/6/2025). ANTARA FOTO/Fauzan/nym/am.)

Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berencana mengubah kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, menjadi pusat wisata kuliner yang beroperasi selama 24 jam dengan konsep menyerupai kawasan Myeongdong di Korea Selatan setelah pembangunan MRT jalur Monas-Harmoni rampung.

Pramono mengatakan penataan tersebut merupakan bagian dari rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghadirkan pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata baru selain kawasan Blok M dan Kelapa Gading.

Rencana pengembangan Pasar Baru itu disampaikan Pramono di Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026), dengan menekankan pentingnya penyelesaian infrastruktur transportasi sebagai pendukung revitalisasi kawasan.

Pasar Baru Disiapkan Jadi Pusat Kuliner 24 Jam Setelah MRT Rampung

Pramono menjelaskan pengembangan kawasan Pasar Baru akan dilakukan setelah pembangunan MRT yang menghubungkan Monas dan Harmoni selesai.

Menurutnya, keberadaan transportasi massal tersebut akan menjadi salah satu faktor pendukung dalam menjadikan Pasar Baru sebagai pusat kegiatan masyarakat dan wisatawan.

“Kita sedang menunggu penyelesaian MRT. Nanti, begitu MRT selesai sampai dengan Monas–Harmoni, maka kita persiapkan Pasar Baru menjadi hub baru, wisata kuliner 24 jam, yang kemudian saya sebut seperti Myeongdong di Korea,” kata Pramono.

Ia memastikan kawasan Pasar Baru nantinya akan ditata agar memiliki daya tarik bagi masyarakat Jakarta maupun wisatawan yang berkunjung ke ibu kota.

Konsep wisata kuliner sepanjang hari tersebut diharapkan dapat menghadirkan suasana baru di kawasan perdagangan yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi Jakarta.

Meski demikian, Pramono belum merinci jadwal pelaksanaan penataan maupun waktu dimulainya operasional kawasan wisata kuliner 24 jam tersebut.

Glodok dan Kota Tua Juga Akan Dikembangkan Jadi Kawasan Tematik

Selain Pasar Baru, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyiapkan pengembangan kawasan Glodok dan Kota Tua sebagai destinasi wisata dengan karakteristik berbeda.

Pramono menjelaskan kawasan Glodok akan diperkuat dengan konsep Pecinan yang menonjolkan nuansa budaya China.

Sementara itu, kawasan Kota Tua direncanakan memiliki konsep wisata bernuansa Eropa sesuai karakter bangunan dan sejarah kawasan tersebut.

“Ada beberapa tempat yang berdekatan dengan Pasar Baru yang akan menjadi tempat-tempat tematik. Yang pertama adalah Glodok Pecinan, pasti akan mempunyai khas tersendiri. Yang terakhir di Kota Tua, pasti juga akan mempunyai khas tersendiri,” papar Pramono.

Menurutnya, pengembangan kawasan tematik tersebut bertujuan memberikan pilihan destinasi wisata yang lebih beragam bagi masyarakat.

Dengan karakteristik masing-masing kawasan, pemerintah daerah berharap Pasar Baru, Glodok, dan Kota Tua dapat menjadi pusat kegiatan wisata yang menarik pengunjung.

Pramono Ingin Jakarta Punya Banyak Pusat Wisata Selain Blok M

Pramono menegaskan pengembangan kawasan wisata baru dilakukan agar aktivitas masyarakat dan wisatawan tidak hanya terpusat di Blok M.

Ia menilai Jakarta memiliki sejumlah kawasan dengan potensi perdagangan, kuliner, dan wisata budaya yang dapat dikembangkan menjadi destinasi unggulan.

Pasar Baru direncanakan menjadi pusat wisata kuliner 24 jam, sedangkan Glodok dan Kota Tua akan diperkuat melalui identitas budaya serta karakter kawasan masing-masing.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap penataan tersebut dapat meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi di kawasan yang dikembangkan.

Pramono optimistis rencana pengembangan sejumlah pusat wisata baru di Jakarta dapat direalisasikan sesuai perencanaan.

“Mudah-mudahan, perencanaan itu bisa diwujudkan, dan saya yakin bisa mewujudkan itu,” ujar Pramono.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026