HOME  ⁄  Geopolitik

Akhir Pekan Halloween di Amerika Serikat Berujung Tragis, 76 Orang Tewas dan 201 Terluka akibat Rentetan Penembakan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Akhir Pekan Halloween di Amerika Serikat Berujung Tragis, 76 Orang Tewas dan 201 Terluka akibat Rentetan Penembakan
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Dekorasi Halloween dipajang di depan sebuah rumah di Toronto, Kanada, Jumat (30/10/2026). ANTARA FOTO/Xinhua/Zou Zheng/agr..)

Pantau - Sedikitnya 76 orang tewas dan 201 lainnya mengalami luka-luka akibat serangkaian insiden penembakan di berbagai wilayah Amerika Serikat selama akhir pekan perayaan Halloween, yang berlangsung sejak Jumat (30/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026).

Data tersebut dihimpun berdasarkan analisis laporan media dan keterangan aparat penegak hukum terkait berbagai insiden kekerasan bersenjata yang terjadi sepanjang akhir pekan.

Kantor berita RIA Novosti pada Senin (2/11/2026) melaporkan sejumlah pesta Halloween berakhir dengan penembakan yang menyebabkan banyak korban harus dilarikan ke rumah sakit.

Perayaan Halloween yang jatuh pada Sabtu (31/10/2026) berlangsung meriah di berbagai kota Amerika Serikat melalui parade, pesta kostum, dan kegiatan masyarakat.

Namun, rangkaian penembakan yang terjadi di sejumlah negara bagian menimbulkan puluhan korban jiwa dan ratusan korban luka selama periode tersebut.

Rentetan Penembakan Dimulai dari Tennessee hingga Chicago

Berdasarkan laporan para analis dan media, salah satu insiden awal terjadi pada Jumat pagi (30/10/2026) di Tennessee ketika seorang remaja membawa pistol ke sebuah sekolah menengah atas.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi remaja yang terlibat kini menghadapi tuduhan kepemilikan senjata api secara ilegal.

Pada hari yang sama, seorang pria berusia 35 tahun tewas ditembak setelah terlibat pertengkaran di kawasan selatan Chicago, Illinois.

Rekaman dari lokasi kejadian memperlihatkan sebuah rumah pribadi yang telah dihiasi dekorasi Halloween.

Insiden lainnya terjadi di sebuah kota kecil di Missouri ketika perselisihan dalam pesta di rumah berkembang menjadi aksi penembakan.

Seorang pemuda berusia 22 tahun dilaporkan menembak dan melukai pemuda berusia 18 tahun dalam kejadian tersebut.

Selain penembakan di tempat umum dan pesta, laporan kekerasan bersenjata selama akhir pekan juga mencakup sejumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga.

Penembakan di California Tewaskan Wanita Hamil, Enam Orang Terluka

Salah satu insiden penembakan yang menimbulkan korban jiwa terjadi di sebuah pusat perbelanjaan di Fairfield, California.

Kepolisian Fairfield mengonfirmasi kepada RIA Novosti bahwa penembakan berlangsung di sekitar kawasan pertokoan yang berdekatan dengan toko penjual kostum Halloween.

Dalam peristiwa tersebut, seorang wanita hamil berusia 31 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak.

Enam orang lainnya yang berusia antara 16 hingga 43 tahun mengalami luka-luka.

Aparat penegak hukum setempat telah memberikan keterangan mengenai jumlah korban, tetapi informasi terkait motif penembakan belum dijelaskan dalam laporan tersebut.

Sementara itu, insiden penembakan juga terjadi di Eureka, Montana, pada Jumat malam (30/10/2026).

Kantor Sheriff Eureka melaporkan seorang wakil sheriff tewas dalam baku tembak ketika petugas merespons panggilan darurat.

Seorang petugas lainnya mengalami luka setelah pelaku melepaskan tembakan ke arah aparat yang berada di lokasi.

Penembakan di Alabama, Kansas, dan Delaware Tambah Korban

Rangkaian kekerasan bersenjata berlanjut di Alabama ketika dua orang dilaporkan tewas dalam penembakan di sebuah kompleks apartemen.

Di Wichita, Kansas, empat orang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit setelah menjadi korban penembakan pada Sabtu pagi (31/10/2026).

Kepolisian Wichita mengungkapkan salah satu korban mengalami luka pada bagian wajah akibat terkena peluru nyasar.

Insiden lain terjadi di sekitar kampus Universitas Delaware pada malam menjelang Minggu (1/11/2026).

Sebanyak enam orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat penembakan yang berlangsung di dekat kawasan kampus tersebut.

Sementara itu, di Texas, tujuh orang harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka tembak dalam sebuah pesta ulang tahun.

Berbagai kejadian tersebut menambah daftar korban kekerasan bersenjata yang terjadi selama akhir pekan Halloween di Amerika Serikat.

Pesta Halloween di Florida dan Illinois Berakhir dengan Korban Jiwa

Insiden penembakan lainnya terjadi dalam sebuah pesta di Jacksonville, Florida, yang menyebabkan seorang pemuda berusia 20 tahun meninggal dunia.

Kepolisian Jacksonville melaporkan sembilan orang lainnya mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.

Salah satu korban luka merupakan seorang remaja perempuan berusia 15 tahun.

Di Illinois, penembakan dalam insiden terpisah juga mengakibatkan seorang pemuda berusia 19 tahun meninggal dunia.

Delapan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.

Rangkaian penembakan di Florida dan Illinois menjadi bagian dari banyaknya kasus kekerasan bersenjata yang tercatat selama perayaan Halloween 2026.

Total 76 Orang Tewas dan 201 Terluka Sepanjang Akhir Pekan

Berdasarkan penghitungan para analis, sedikitnya 76 orang meninggal dunia dan 201 orang lainnya mengalami luka-luka akibat berbagai insiden yang melibatkan senjata api di seluruh Amerika Serikat sejak Jumat (30/10/2026).

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari sejumlah kejadian kekerasan bersenjata di berbagai negara bagian, bukan hanya penembakan yang berlangsung di lokasi pesta Halloween.

Perayaan Halloween tahun ini berlangsung pada Sabtu, sebuah kondisi kalender yang terakhir kali terjadi pada 2020 dan akan kembali terulang pada 2037.

Halloween merupakan salah satu perayaan yang berlangsung luas di Amerika Serikat dengan berbagai kegiatan, mulai dari parade hingga pesta kostum berskala besar.

Hingga laporan tersebut disampaikan pada Senin (2/11/2026), aparat penegak hukum di sejumlah wilayah masih menangani berbagai kasus penembakan yang terjadi selama akhir pekan tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026