HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Peringatkan Krisis Kemanusiaan di Taiz Yaman Memburuk, Hampir 250 Ribu Warga Kesulitan Akses Kesehatan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PBB Peringatkan Krisis Kemanusiaan di Taiz Yaman Memburuk, Hampir 250 Ribu Warga Kesulitan Akses Kesehatan
Foto: (Sumber :Arsip foto - Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stéphane Dujarric dalam suatu konferensi pers di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat (29/1/2026). /ANTARA/Selçuk Acar/Anadolu/pri..)

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan situasi kemanusiaan di Kota Taiz, Yaman, semakin mengkhawatirkan setelah seluruh akses jalan menuju kota tersebut ditutup akibat pertempuran sehingga pasokan barang komersial tidak dapat masuk.

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menyampaikan kondisi tersebut dalam konferensi pers pada Senin (2/11/2026).

"Situasi di Kota Taiz sangat mengkhawatirkan. Seluruh jalan menuju kota tersebut kini ditutup akibat pertempuran. Tidak ada pasokan komersial yang dapat masuk," kata Dujarric dalam konferensi pers.

Menurut PBB, hampir 250.000 warga Yaman tidak memiliki akses terhadap layanan kesehatan di tengah memburuknya kondisi keamanan di wilayah tersebut.

Hampir 250 Ribu Warga Kehilangan Akses Layanan Kesehatan

Dujarric mengungkapkan bahwa penutupan akses menuju Taiz memperburuk kondisi kemanusiaan masyarakat yang terdampak konflik.

Dari hampir 250.000 warga yang tidak memiliki akses layanan kesehatan, sebanyak 186.000 di antaranya merupakan anak-anak berusia di bawah lima tahun.

Selain itu, terdapat sekitar 23.000 perempuan hamil yang termasuk dalam kelompok masyarakat terdampak.

Kondisi tersebut menjadi perhatian PBB karena anak-anak dan perempuan hamil merupakan kelompok yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.

Penutupan seluruh jalan menuju kota juga menyebabkan pasokan komersial tidak dapat menjangkau masyarakat Taiz.

Kelompok Houthi Dilaporkan Mengepung Kota Taiz

Situasi keamanan di Taiz semakin memburuk setelah kelompok bersenjata Houthi dilaporkan mengepung kota tersebut.

Harian Financial Times pada 16 Oktober 2026 melaporkan bahwa kelompok Houthi telah melakukan pengepungan terhadap Taiz, kota terbesar ketiga di Yaman.

Penguasaan Taiz dinilai dapat membuka jalur bagi kelompok tersebut untuk bergerak menuju Aden.

Aden merupakan lokasi kedudukan pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.

Pekan lalu, Wakil Juru Bicara PBB Shirin Yaseen menyampaikan seruan agar kelompok Houthi mengakhiri blokade terhadap Taiz.

Seruan itu disampaikan di tengah kekhawatiran terhadap dampak pengepungan bagi penduduk sipil.

Ketegangan di Yaman Meningkat Sejak Juli

Situasi konflik di Yaman mengalami peningkatan ketegangan sejak pertengahan Juli 2026.

Ketegangan tersebut terjadi setelah pasukan pro-pemerintah yang didukung Arab Saudi menyerang bandara ibu kota ketika sebuah pesawat dari Iran yang membawa delegasi pemimpin Houthi hendak mendarat.

Kelompok Houthi kemudian menyalahkan Riyadh atas serangan tersebut.

Houthi juga menyatakan perang terhadap Arab Saudi dan mengumumkan pemberlakuan blokade maritim terhadap negara itu.

Perkembangan konflik tersebut menjadi bagian dari latar belakang memburuknya situasi keamanan di Yaman.

PBB terus menyerukan penghentian blokade Taiz di tengah keterbatasan akses masyarakat terhadap pasokan komersial dan layanan kesehatan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026