
Pantau - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance dilaporkan terlibat langsung dalam perundingan tidak langsung dengan Iran selama dua pekan terakhir untuk mengupayakan gencatan senjata baru sekaligus membuka kembali negosiasi nuklir antara kedua negara.
Laporan tersebut disampaikan Axios pada Jumat (6/11/2026) dengan mengutip dua sumber yang mengetahui perkembangan diplomasi tersebut.
Vance Intensif Berkomunikasi dengan Mediator
Dalam upaya tersebut, Vance disebut hampir setiap hari berkomunikasi dengan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir, serta sejumlah mediator lainnya.
Utusan Gedung Putih Steve Witkoff dan penasihat Presiden AS Jared Kushner juga turut terlibat dalam upaya diplomasi tersebut.
Menurut sumber yang dikutip Axios, Vance bersama para mediator telah membahas kemungkinan menggelar pertemuan teknis tingkat kerja antara AS dan Iran dalam beberapa hari mendatang.
Namun, hingga laporan tersebut diterbitkan, pertemuan teknis itu belum terlaksana.
Dua pekan sebelumnya, Vance juga dilaporkan mengirim surat kepada Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, yang berisi usulan untuk memulai kembali perundingan langsung.
Para pejabat Iran menyebut surat tersebut telah menciptakan momentum positif bagi upaya diplomasi kedua negara.
Perang Iran Jadi Sorotan Politik AS
Di tengah upaya diplomasi tersebut, Vance menyebut perang Iran menjadi alasan utama Partai Republik mengalami kekalahan dalam pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat pada pekan ini.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Jumat melakukan komunikasi telepon dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.
Dalam pernyataan kantor Emir Qatar, Sheikh Tamim menekankan pentingnya melanjutkan dialog dan menghindari eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut.
Komunikasi tersebut menjadi bagian dari perkembangan diplomasi regional di tengah upaya meredakan ketegangan antara AS dan Iran.
- Penulis :
- Aditya Yohan




