
Pantau - Gatam Institute Eka Hospital di Tangerang, Banten, mencatat telah melayani lebih dari 167 ribu pasien dengan berbagai gangguan tulang, sendi, dan sistem gerak serta melaksanakan 17.257 tindakan operasi ortopedi selama lima tahun hingga 2026.
Dari total tindakan tersebut, sebanyak 872 merupakan operasi tulang belakang dengan bantuan teknologi robotik, sedangkan 154 lainnya adalah operasi penggantian sendi lutut total menggunakan sistem robotik.
CEO Eka Hospital, Rina, mengatakan pencapaian tersebut merupakan bagian dari pengembangan layanan ortopedi yang mengintegrasikan teknologi medis, tenaga dokter spesialis, dan fasilitas pendukung perawatan pasien.
"Pengembangan Gatam Institute bukan hanya tentang menghadirkan teknologi terbaru, tetapi bagaimana seluruh fasilitas, kompetensi dokter, dan layanan pendukung dapat terintegrasi untuk memberikan hasil penanganan yang optimal bagi pasien," kata Rina di Tangerang, Sabtu (7/11/2026).
Menurutnya, pemanfaatan teknologi robotik terus dikembangkan untuk mendukung prosedur ortopedi yang membutuhkan tingkat ketepatan tinggi.
"Capaian tersebut mencerminkan pemanfaatan teknologi robotik dalam penanganan kasus ortopedi yang semakin berkembang, khususnya pada prosedur yang membutuhkan tingkat ketepatan tinggi," tambah Rina.
Gatam Institute Gunakan Dua Sistem Robotik untuk Operasi Tulang Belakang dan Lutut
Ketua Gatam Institute Eka Hospital, Luthfi Gatam, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut menggunakan dua sistem robotik untuk mendukung tindakan bedah ortopedi, yakni ExcelsiusGPS dan VELYS Robotic-Assisted Solution.
ExcelsiusGPS digunakan sebagai perangkat navigasi dalam operasi tulang belakang, terutama pada prosedur yang memerlukan pemasangan implan.
Teknologi tersebut membantu dokter merencanakan dan melaksanakan tindakan dengan panduan navigasi untuk meningkatkan ketepatan posisi instrumen maupun implan.
Sementara itu, VELYS Robotic-Assisted Solution digunakan dalam operasi penggantian sendi lutut total.
Sistem tersebut membantu dokter menyesuaikan perencanaan dan pelaksanaan operasi berdasarkan kondisi anatomi masing-masing pasien.
Penggunaan kedua teknologi ini ditujukan untuk mendukung penanganan kasus ortopedi yang membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan tindakan secara terukur.
Meski menggunakan sistem robotik, keputusan klinis dan pelaksanaan tindakan medis tetap menjadi tanggung jawab dokter yang menangani pasien.
Didukung 47 Dokter Spesialis dan Peralatan Bedah Modern
Selain teknologi robotik, Gatam Institute memiliki 47 dokter spesialis dan subspesialis ortopedi yang menangani berbagai gangguan tulang dan sistem gerak.
Tenaga medis tersebut mencakup delapan bidang keahlian, yaitu tulang belakang, rekonstruksi dewasa untuk sendi lutut dan panggul, cedera olahraga, ortopedi anak, kanker tulang, tangan dan bedah mikro, bahu dan siku, serta kaki dan pergelangan kaki.
Pembagian keahlian tersebut memungkinkan pasien mendapatkan pemeriksaan dan penanganan berdasarkan jenis penyakit atau cedera yang dialami.
Pasien dengan gangguan tulang belakang, misalnya, dapat menjalani evaluasi oleh dokter yang memiliki kompetensi khusus dalam bidang tersebut.
Layanan serupa juga tersedia bagi pasien dengan cedera olahraga, gangguan sendi panggul dan lutut, kelainan tulang pada anak, hingga tumor atau kanker tulang.
Untuk menunjang tindakan operasi, Gatam Institute dilengkapi sejumlah perangkat medis, antara lain O-arm, C-arm 3D, ProAxis Table, RIWOspine Endoscope, PlasmaBlade, dan Ultrasonic Bone Scalpel.
Peralatan tersebut digunakan untuk membantu visualisasi dan pelaksanaan prosedur bedah yang memerlukan ketelitian tinggi.
"Kombinasi perangkat tersebut memungkinkan dokter memperoleh dukungan visualisasi dan instrumen yang dibutuhkan selama tindakan operasi, termasuk pada prosedur tulang belakang yang memerlukan ketelitian tinggi," ujar Luthfi.
Gatam Institute Kembangkan Pemeriksaan EOS 3D dan Standing MRI
Gatam Institute juga mengembangkan layanan radiologi untuk mendukung pemeriksaan dan penegakan diagnosis sebelum pasien menjalani tindakan medis.
Layanan Advanced Radiology tersebut mencakup penggunaan teknologi EOS 3D dan Standing MRI.
EOS 3D memungkinkan dokter mengevaluasi struktur tulang serta postur tubuh pasien dalam posisi berdiri.
Sementara itu, Standing MRI dapat digunakan untuk mendukung pemeriksaan kondisi anatomi ketika tubuh berada dalam posisi menahan beban, sesuai kebutuhan dan indikasi medis.
Kedua teknologi pencitraan tersebut menjadi bagian dari fasilitas pemeriksaan yang tersedia untuk membantu dokter menentukan metode penanganan pasien.
Luthfi menjelaskan bahwa penanganan gangguan sistem gerak tidak selalu harus dilakukan melalui prosedur operasi.
"Pendekatan multidisiplin menjadi penting karena permasalahan sistem gerak tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui tindakan operasi. Dalam sejumlah kasus, pasien membutuhkan pemeriksaan lanjutan, terapi konservatif, pengelolaan nyeri, serta program pemulihan yang terarah," katanya.
Layanan Rehabilitasi dan Penanganan Nyeri Dukung Pemulihan Pasien
Selain menyediakan fasilitas operasi dan pemeriksaan radiologi, Gatam Institute mengembangkan layanan rehabilitasi medis untuk membantu pemulihan fungsi gerak pasien.
Layanan Medical Rehabilitation ditujukan bagi pasien yang membutuhkan pemulihan setelah mengalami cedera maupun menjalani tindakan operasi.
Fasilitas tersebut juga menyediakan layanan Pain Management untuk membantu penanganan nyeri yang berkaitan dengan gangguan tulang, sendi, dan sistem gerak.
Sementara itu, Eka Gym menjadi fasilitas pendukung aktivitas fisik dan program pemulihan pasien.
Integrasi layanan tersebut mencakup tahapan pemeriksaan awal, penentuan diagnosis, pemilihan metode pengobatan, pelaksanaan tindakan medis, hingga rehabilitasi.
Pendekatan ini bertujuan memastikan pasien mendapatkan penanganan berkelanjutan sesuai kondisi dan kebutuhan medisnya.
"Dengan pendekatan tersebut, penanganan pasien diharapkan tidak berhenti setelah operasi selesai, tetapi berlanjut sampai pasien mampu kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara lebih optimal," katanya.
Dengan catatan lebih dari 167 ribu pasien dan 17.257 tindakan operasi hingga 2026, Gatam Institute terus mengembangkan layanan ortopedi terpadu melalui dukungan teknologi robotik, tenaga medis spesialis, serta fasilitas rehabilitasi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




