
Pantau - Wijaya 80 berkolaborasi dengan Sal Priadi merilis single berjudul "Bulan Bintang, Garis Melintang" pada Rabu, 8 April 2026 yang mengangkat eksplorasi emosional tentang cinta dan perbedaan.
Lagu ini lahir dari pertemuan spontan di studio tanpa perencanaan sebelumnya hingga berkembang menjadi karya yang merefleksikan dinamika hubungan dan realitas kehidupan banyak orang.
Wijaya 80 sendiri merupakan grup musik trio retro yang terdiri dari Ardhito Pramono sebagai vokal dan keytar, Hezky Joe sebagai vokal dan gitar, serta Erikson Jayanto sebagai kibor.
Proses Kreatif yang Organik
Pertemuan antara Wijaya 80 dan Sal Priadi terjadi secara tidak sengaja dalam sebuah sesi studio yang kemudian berlanjut menjadi diskusi santai penuh canda.
Dari obrolan ringan tersebut, ide lagu muncul dan berkembang menjadi perenungan mendalam tentang cinta di tengah perbedaan.
"Lagu ini lahir dari percakapan yang sangat jujur dan apa adanya. Kami tidak pernah benar-benar merencanakannya, tapi justru dari situ semuanya terasa lebih dekat dan nyata," ungkap Wijaya 80.
Proses penciptaan lagu pun tidak dilakukan secara terstruktur, melainkan tumbuh secara organik seiring interaksi yang terjadi di antara para musisi.
Peran Sal Priadi dan Makna Lagu
Sal Priadi disebut memiliki peran penting dalam pembentukan identitas lagu, termasuk dalam penentuan judul "Bulan Bintang, Garis Melintang".
Pendekatan lirik yang digunakan bersifat personal dan emosional sehingga menghadirkan narasi yang intim dan relevan bagi pendengar.
"Ada banyak cerita yang sebenarnya sederhana, tapi terasa besar ketika dijalani. Lagu ini mencoba merangkum perasaan itu, tentang mencintai, sekaligus memahami batas yang ada," ungkap Sal Priadi.
Kolaborasi ini mempertemukan dua karakter musikal yang berbeda namun saling melengkapi dalam satu karya.
Single "Bulan Bintang, Garis Melintang" kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital sebagai ruang refleksi bagi pendengar untuk menemukan cerita mereka sendiri.
- Penulis :
- Arian Mesa








